Surabaya,JatimUPdate.id – Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan langkah-langkah strategis menghadapi pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) yang diperkirakan mencapai Rp730 miliar hingga Rp1 triliun pada tahun anggaran 2026.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan pihaknya bersama pimpinan DPRD akan fokus mengoptimalkan aset daerah dan mempercepat pembangunan infrastruktur sebagai langkah penguatan ekonomi daerah.
Baca juga: Kompak Warga Tolak Mutasi Lurah Tambak Wedi, Desak Eri Cahyadi Kembalikan Jabatan
“Kita sudah rapat dengan pimpinan DPRD. Langkahnya jelas, kita manfaatkan aset dan percepat infrastruktur. Dengan percepatan itu, wilayah akan berubah, nilai ekonominya naik, dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) juga ikut naik,” kata Eri, di kawasan Yos Sudarso, Senin (13/10).
Menurutnya, infrastruktur yang terbangun akan menciptakan nilai tambah bagi kawasan sekitar.
“Kalau ada jalan kembar atau jalan besar baru, otomatis wilayah itu hidup. Aktivitas ekonomi naik, dan itu yang sedang kita kejar,” ujarnya.
Baca juga: SiLPA Tembus Rp516 Miliar, DPRD Surabaya Soroti Rendahnya Serapan Anggaran
Selain itu, Pemkot juga berupaya memperkuat sektor pariwisata dan perdagangan untuk menambah pendapatan daerah.
Eri menyebut pihaknya tengah menyiapkan Surabaya Great Sale yang akan digelar pada Desember mendatang.
“Diskonnya besar-besaran, bukan hanya di pakaian, tapi juga hotel dan sektor lainnya. Ini bagian dari upaya menarik wisatawan datang ke Surabaya,” jelasnya.
Baca juga: Fraksi Gerindra Sorot Pendapatan dan Serapan APBD 2025, Minta Pemkot Surabaya Beri Penjelasan
Ia menambahkan, berbagai agenda pariwisata yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) juga akan menjadi magnet bagi wisatawan dari luar daerah.
“Kita ingin Surabaya tetap ramai dan menjadi tujuan utama, meskipun kondisi fiskal sedang menantang,” demikian Eri Cahyadi. (Roy)
Editor : Miftahul Rachman