Mahasiswa Radiologi Unair Asah Keterampilan Sonografi Bersama Praktisi Industri

Reporter : Ibrahim
Melisa dan Irgi, mahasiswa Radiologi Unair

Surabaya, JatimUPdate.id – Mahasiswa Program Studi Teknologi Radiologi Pencitraan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (Unair) mendapatkan pengalaman baru dalam kegiatan Women's Ultrason Imaging Advanced Ultrason Short Course yang digelar bersama PT Endo Indonesia.

Irgi Saefiqih, mahasiswa angkatan 2023, mengaku pelatihan ini memberinya pemahaman langsung dari praktisi industri dan tenaga profesional. 

Baca juga: Kemenko PM Dorong Akselerasi UMKM dan SMK Go Global Lewat Model “Belanja Masalah” di Surabaya

“Dari kegiatan short course ini kita jadi tahu karena di sini ada seorang sonografer dari salah satu RSUD di Jawa Barat, juga aplikan spesialis dari PT Endo yang memberikan materi, baik dari segi sonografer maupun dari segi alat USG itu sendiri,” katanya, kepada Jatimupdate.id, Rabu (22/10)

Ia menjelaskan, pelatihan dibagi menjadi dua agenda besar, penyampaian materi dan praktik langsung. 

“Yang pertama kita diberi materi, kemudian yang kedua kita melakukan hands-on. Di sesi hands-on ini, kami melakukan pemeriksaan USG payudara menggunakan phantom,” terang Irgi.

Sebagai mahasiswa radiologi, Irgi mengaku tertarik menekuni dunia sonografi karena terbuka untuk berbagai latar belakang. 

“Sekarang itu seorang sonografer tidak harus berasal dari kedokteran. Kami juga bisa memperdalam profesi sonografer, walau hanya sebatas melakukan pemeriksaannya saja tanpa memberikan hasil ekspertisi dari citra yang ditemukan,” katanya.

Mahasiswa lain, Melisa Putri Fatmawati, juga menyampaikan pengalaman serupa. 

Menurutnya, pelatihan ini memperluas pandangan tentang dunia kerja di bidang sonografi. 

“Kami baru tahu kalau ternyata sonografer juga diperlukan di dunia kerja, bukan hanya dokter spesialis obgyn atau onkologi saja yang melakukan pemeriksaan menggunakan USG,” ungkapnya.

Melisa mengaku tertarik mendalami bidang sonografi setelah mengikuti pelatihan ini. 

“Saya jadi tertarik untuk bergabung di bidang sonografer setelah lulus kuliah nanti,” katanya.

Baca juga: Khofifah Bangga, FK UNAIR Telah Cetak Puluhan Ribu Dokter untuk Negeri

Koordinator Program Studi Teknologi Radiologi Pencitraan, Muhaimin, menyampaikan pelatihan ini menjadi bentuk nyata penerapan pembelajaran vokasi berbasis industri. 

“PT Endo membawa alat-alat terkini berstandar industri agar mahasiswa bisa praktik langsung. Jadi pengalaman yang diperoleh mahasiswa pengalaman real, pengalaman yang berstandar industri,” jelasnya.

“Hasil dari kegiatan ini nanti berupa sertifikat. Itu menjadi bukti bahwa lulusan vokasi benar-benar bisa menerapkan keterampilan dan keahlian yang diperoleh,” tambah Muhaimin.

Selain untuk penguatan kompetensi, Muhaimin menyebut pengalaman ini akan dikembangkan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. 

Maka dari itu, ia berharap keahlian ini dapat memberi dampak luas, terutama dalam upaya deteksi dini kanker payudara.

“Ketika mahasiswa sudah punya keahlian dalam melakukan screening USG payudara, kami akan buat program pengabdian berupa pemeriksaan dini untuk masyarakat. Dengan keterampilan ini, mahasiswa bisa ikut berperan dalam mencegah kasus kanker payudara agar tidak terlambat ditangani,” tandasnya.

Baca juga: BEM FEB Unair Kawal APBD 2025, Komisi D DPRD Surabaya Apresiasi Gerakan Akademisi Muda

Dekan Fakultas Vokasi Unair, Dian Yuli Rendrawati, menegaskan kolaborasi dengan industri akan terus diperkuat dan berjenjang. 

“Kerja sama ini tentu akan berlanjut dan bertingkat. Tidak hanya mahasiswa mampu memeriksa USG payudara, tapi juga menguasai tahapan-tahapan lain sesuai outcome kurikulum,” ujarnya.

Dian menambahkan, seluruh program studi di Fakultas Vokasi Unair sudah mengadopsi sistem pembelajaran berbasis industri. 

Ia menambahkan, prinsip kolaborasi menjadi fondasi agar lulusan vokasi siap terjun ke dunia kerja. 

“Kami punya 20 prodi dari berbagai bidang, dan semuanya berkolaborasi dengan industri sejak awal penggodokan kurikulum. Mereka mendampingi kami dari pembuatan kurikulum hingga pelaksanaan praktikum. Jadi tidak ada yang berjalan sendiri. Semua kita rancang bersama industri supaya mahasiswa benar-benar industry ready,” pungkasnya. (Roy)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru