Surabaya,JatimUPdate.id - Kepala dinas pendidikan (Dispendik) Surabaya Yusuf Masruh sudah mengusulkan bantuan kekurangan guru ke pemerintah pusat bagi sekolah yang kekurangan tenaga pendidik di kota Pahlawan.
"Kalau yang kurang guru kan ini sudah kami usulkan ya, untuk itu harapan kami memang nanti diprioritaskan," kata Yusuf, di kawasan Yos Sudarso, beberapa waktu lalu.
Baca juga: Lari 4 Km ke Sekolah, Guru di Bojonegoro Ini Terapkan Efisiensi Energi Secara Sederhana
Yusuf menegaskan guru merupakan ujung tombak untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa.
Yusuf menyebut, usulan tersebut Dispendik memprioritaskan guru kelas, guru agama, dan guru pendamping khusus anak-anak inklusi
"Karena guru ujung tombak pendidikan, dan teman-teman guru harapan kami segera nanti kita prioritasnya guru kelas, guru agama, terus termasuk guru GPK, guru pendamping khusus anak-anak inklusi itu." beber Yusuf.
Baca juga: WFH, DPRD Yakin Layanan Pemkot Optimal, Pengalaman Sejak Pandemi Covid-19
Untuk menutup kekurangan guru tersebut Dispendik bekerja sama dengan beberapa kampus.
Di antaranya UNESA, UINSA UNUSA, UBAYA dan Universitas Muhammadiyah Surabaya.
"Nah ini yang tadi selain gurunya kurang, itu kita berkoordinasi atau bekerjasama dengan teman-teman universitas, yang sedang melaksanakan PPG," ucap Yusuf
Baca juga: Pakar: Jakarta Punya Pengalaman, Surabaya Perlu Ambil Pelajaran Bukan Antipati Urbanisasi
Maka dari itu, Yusuf berharap usulan guru tersebut segera direalisasikan pemerintah pusat tahun ini.
"Harapan kami formasi tahun ini itu segera nanti dapat direalisasikan dari pusat yang gitu." demikian Yusuf Masruh. (Roy)
Editor : Miftahul Rachman