Korea, JatimUPdate.id - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menekankan pentingnya pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta penguatan kerja sama multilateral untuk menghadapi kejahatan lintas batas.
Hal itu disampaikan dalam sesi pertama APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Republik Korea, Jumat (31/10).
Baca juga: Gerindra Surabaya: Becak Listrik Prabowo untuk Tukang Becak Usia 55 Tahun ke Atas
Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Pasifik harus bersifat inklusif dan menyejahterakan seluruh lapisan masyarakat. Ia menilai bahwa kolaborasi pemerintah dan sektor swasta perlu diarahkan pada ekonomi yang berorientasi pada kepentingan rakyat.
“APEC harus memastikan manfaat perdagangan dan investasi menjangkau semua orang sehingga tidak ada satu pun perekonomian yang tertinggal,” ujar Prabowo.
Ia menjelaskan upaya Indonesia dalam memperkuat UMKM melalui program pemberdayaan nasional, penguatan koperasi, serta akses digital dan keuangan yang membantu UMKM masuk ke rantai nilai global. Upaya itu, menurutnya, menjadi wujud nyata pembangunan inklusif.
Presiden Prabowo juga menyoroti ancaman penyelundupan, pencucian uang, perdagangan manusia, hingga narkotika yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi kawasan. Ia menekankan pentingnya kerja sama internasional yang lebih kuat untuk menghadapi kejahatan lintas batas tersebut.
Baca juga: Helipad Dekat Makam Kakek Presiden Prabowo Dibangun Pakai Dana APBN, Anggaran Capai Rp 1,4 Miliar
“Kita tidak dapat mengatasi bahaya-bahaya ini sendirian,” tegasnya.
Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini tengah berjuang memerangi korupsi dan praktik bisnis tidak etis demi menciptakan pertumbuhan ekonomi yang adil. Dengan pengalaman tersebut, Indonesia siap berperan sebagai penghubung antara negara maju dan berkembang di kawasan Asia Pasifik.
“Kita memerangi korupsi, penipuan, dan pebisnis rakus yang menghambat pertumbuhan riil,” ujarnya.
Baca juga: Majukan Kepentingan Indonesia dalam APEC 2025
Pada akhir pidatonya, Presiden Prabowo menyerukan penguatan multilateralisme dan kolaborasi nyata antarnegara APEC demi mewujudkan kawasan yang tangguh, adil, dan berkelanjutan.
“Mari kita bekerja sama untuk mencapai tujuan ini,” pungkasnya (*).
Editor : Redaksi