DEM Surabaya Dorong Pertamina Transparan dan Tegas dalam Menanggapi Temuan BBM Tercampur Air

Reporter : Wahyu Bahrudin
Ketua Umum Dewan Energi Mahasiswa (DEM) Surabaya, Tubagus Rafli bersama jajaran pengurus.

 

Surabaya, JatimUPdate.id - Sejumlah masyarakat di berbagai daerah Jawa Timur melaporkan keluhan terkait kendaraan yang tersendat atau brebet usai mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah Stasiun Bahan Bakar Umum (SPBU), hal tersebut diduga tercampur dengan air, kasus ini awalnya mencuat di Bojonegoro dan Tuban, lalu meluas ke wilayah Sidoarjo hingga Surabaya, Sabtu, (01/11/2025).

Baca juga: Presiden Prabowo Pastikan Pasokan BBM Untuk Nelayan Dengan Harga Diskon Dan Terjamin Pasokannya Untuk Enam Bulan

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Dewan Energi Mahasiswa (DEM) Surabaya, Tubagus Rafli mengatakan, Pertamina sudah bergerak cepat melakukan investigasi dan penanganan di lapangan.

Melalui Pertamina Patra Niaga, perusahaan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat serta menegaskan komitmennya untuk menuntaskan persoalan ini.

"Pertamina Patra Niaga juga memastikan isu di Jawa Timur ini mendapat atensi serius agar tidak menimbulkan keresahan dan kerugian bagi masyarakat pengguna BBM," kata Ketua Umum DEM Surabaya.

Lebih lanjut, adapun kajian yang telah dilakukan oleh Dewan Energi Mahasiswa (DEM) Surabaya untuk mendorong PT. Pertamina (Persero) untuk mengambil Langkah cepat, tegas, tanggungjawab dan transparan dalam menuntaskan persoalan tersebut.

Ketua Umum Dewan Energi Mahasiswa Surabaya, Tubagus Rafli, menyampaikan bahwa isu ini dapat berpotensi dalam menurunkan brand trust terhadap tingkat kepercayaan publik pada penyedia layanan energi nasional, sehingga diperlukan komunikasi dan penanganan cepat terhadap konsumen.

Baca juga: Kapal Raksasa milik Pertamina Pride Bawa Muatan 2 Juta Barel Minyak Berhasil Melintasi Selat Hormus Menuju Indonesia

“Kepercayaan publik dapat dipulihkan dengan tranparansi dan solusi. Kejadian seperti ini tidak hanya menimbulkan kerugian materil bagi konsumen, tetapi juga mengusik kepercayaan masayarakat. Kami mendorong pertamina meninjau kembali sistem pengawasan dan segera menginvestigasi darimana campuran air yang terdistribusi dan tercampur pada BBM di masyarakat," ujar Rafli.

"Selain itu, Pertamina juga menggandeng lembaga independen untuk memastikan hasil uji laboratorium terhadap sampel BBM dilakukan secara objektif dan transparan," tambahnya.

Lebih jauh, Dewan Energi Mahasiswa Surabaya menilai bahwa insiden ini menjadi momentum bagi Pertamina untuk mengakselerasi inovasi sistem pengawasan mutu BBM di seluruh jaringan SPBU.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Turun, BBM Nonsubsidi Berpeluang Harga Turun

“Kami menyarankan penerapan sensor deteksi air (water detection system) pada setiap tangki SPBU yang terhubung dengan sistem digital terpusat. Hasil pemantauan tersebut idealnya dapat diakses secara terbuka melalui website resmi Pertamina, sehingga masyarakat dapat ikut memantau kualitas BBM secara transparan, selain meningkatkan kepercayaan publik, sistem tersebut juga dinilai dapat mencegah kontaminasi sejak dini dan memperkuat tata kelola distribusi energi nasional,” tegas Rafli.

Dewan Energi Mahasiswa Surabaya juga mengapresiasi langkah responsif dari Pertamina dalam bertanggungjawab untuk membuat posko pengaduan, melakukan investigasi 300 SPBU di Jawa Timur dan segera mendengar keluhan masyarakat terkait kualitas dari BBM Pertamina.

Tidak hanya itu, Rafli juga menegaskan, langkah cepat Pertamina patut diapresiasi. Namun, ia menambahkan bahwa kedepan dibutuhkan transparansi, sinergi antarinstansi dan pemanfaatan teknologi digital sebagai pilar utama untuk menjaga serta memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan energi nasional. (wb/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru