Surabaya,JatimUPdate.id - Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Imam Syafi'i, mengatakan Puskesmas di kota Pahlawan mayoritas mempunyai tabungan ratusan juta rupiah bahkan mencapai Rp2 miliar.
"Masing-masing puskesmas itu punya tabungan simpanan uang, rata-rata tabungannya itu ratusan juta bahkan di rekeningnya itu ada yang Rp2 miliar ada puskesmas seperti itu," beber Imam, Rabu (5/11).
Baca juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus
Sayangnya sebut Imam, dengan tabungan sebesar itu Puskesmas tidak punya inisiatif untuk merekrut kekurangan tenaga medis.
Padahal sebut Imam, di Surabaya saat ini membutuhkan tambahan 50 dokter dan 80 perawat.
"Kami rerus-menerus mendorong agar 63 puskesmas yang ada di Surabaya meningkatkan pelayanannya kepada warga. Ini kan kekurangan dokter 50. perawat 80 ini, harusnya mereka punya inisiatif," tambah Imam.
Imam menekankan, meskipun kekurangan tenaga medis sudah diajukan ke pusat, Puskesmas harusnya dapat meng-hire tenaga medis itu sendiri.
Baca juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi
Sebab tenaga medis yang diusulkan oleh dinas kesehatan (Dinkes) Surabaya sampai ini belum mendapatkan respons.
"Karena daripada nunggu waktu yang lama dan tidak jelas puskesmas itu boleh meng-hire tenaga medis sepanjang dia punya uang simpanan sendiri, kan statusnya BLUD," papar Imam.
Selain itu, Imam juga mendorong Puskesmas lebih mandiri, tidak lagi menggantungkan seluruh biaya operasionalnya kepada Pemkot.
Baca juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II
Misalnya untuk renovasi, pembangunan sarana dan prasarana ringan, kecuali gaji pegawai bisa dibebankan ke APBD.
"Untuk merenovasi misalnya jangan semua dibebankan APBD, ini sudah BLUD harusnya kan mandiri lah, kalau pegawainya dibayari APBD sama sarpas yang mahal, tapi kalau itu kemudian bisa dijangkau kenapa kemudian harus mengandalkan APBD mestinya pakai uangnya sendiri." demikian Imam Syafii. (RoY).
Editor : Miftahul Rachman