Nelayan Kangean Gelar Aksi di Laut Tolak Eksplorasi Migas, Kapal Seismik Diminta Hengkang

Reporter : Ponirin Mika
Suasana sejumlah nelayan pulau Kangean, Kabupaten Sumenep melakukan demonstrasi di laut menghalang-halangi kapal PT KEI untuk melakukan aktivitas seismik-eksplorasi migas. (Foto hasil olah Liputan6.com)

 

Kangean, Sumenep, JatimUPdate.id — Ratusan nelayan Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, menggelar aksi demonstrasi di laut menolak rencana eksplorasi dan penambangan minyak dan gas (migas) di wilayah perairan mereka, Rabu (12/11).

Baca juga: Fajar Ogah Komentari Demonstrasi Mitra Jagal, Fokus Pelayanan Pemotongan di Pegirian dan TOW

Aksi berlangsung di perairan Takat Noko, dekat Desa Angkatan dan Desa Kalisangka, dan menjadi bentuk penolakan keempat terhadap aktivitas survei seismik di kawasan Kangean Barat.

Koordinator aksi, Ahmad Yani, menyebut demonstrasi laut kali ini merupakan wujud kekecewaan dan keresahan warga pesisir terhadap ancaman kerusakan lingkungan akibat proyek migas yang dinilai berpotensi mengganggu ekosistem laut dan kehidupan nelayan.

“Kami sudah berkali-kali menolak, tapi aktivitas survei dan rencana tambang migas terus berjalan. Padahal kami hidup dari laut ini,” ujar Yani dalam keterangan tertulis, Rabu siang.

Menurutnya, masyarakat Kangean khawatir eksplorasi migas akan merusak biota laut, menurunkan hasil tangkapan ikan, dan mengganggu keseimbangan ekologi laut dangkal di sekitar pulau kecil tersebut.

Dalam aksi yang dikawal aparat keamanan laut itu, nelayan menyampaikan tujuh tuntutan utama, antara lain menghentikan seluruh rencana tambang migas di laut dan darat Kepulauan Kangean, melindungi hak masyarakat sesuai UU No. 32 Tahun 2019, serta mendesak Syahbandar Kangean agar tidak memberi izin kapal survei seismik berlabuh di perairan setempat.

Baca juga: Arif Fathoni: DPRD Fasilitasi Dialog Penolakan Relokasi RPH Pegirian

Mereka juga meminta pemerintah pusat dan daerah, termasuk Presiden Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudi, untuk menghentikan aktivitas kapal survei seismik 3D di kawasan tersebut.

Aksi yang berlangsung damai itu berujung pada kesepakatan sementara antara nelayan dan nahkoda kapal survei. Berdasarkan hasil diskusi, kapal seismik dijadwalkan keluar dari perairan Kangean pada pukul 15.00 WIB, Rabu sore.

Meski demikian, nelayan masih bersiaga di pesisir menunggu kepastian kapal benar-benar meninggalkan lokasi.

“Kalau kapal tidak bergerak sampai waktu yang disepakati, kami akan mendatangi lagi,” tegas Yani.

Baca juga: Soal Demonstrasi Mitra Jagal, Komisi B: Sudah Dimediasi Berkali-kali

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Kangean Energy Indonesia (KEI) belum memberikan tanggapan resmi terkait aksi protes maupun tuntutan nelayan.

Sebelumnya, aktivitas survei seismik di perairan Kangean telah menimbulkan polemik.

Sejumlah kelompok nelayan menilai kegiatan tersebut mengancam keberlanjutan sumber daya laut, sementara pihak perusahaan disebut tengah menjalankan tahapan eksplorasi untuk mendukung pengembangan energi nasional. (pm/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru