Kediri, JatimUPdate.id – Anggota Komisi VIII DPR RI, KH Anim Falachuddin Mahrus, mendesak pemerintah agar Bandara Dhoho Kediri segera ditetapkan sebagai embarkasi haji dan umrah.
Baca juga: TMMD Ke-127 Resmi Dibuka di Desa Gadungan Puncu, Sasar Infrastruktur dan Peningkatan SDM
Lebih jauh dia menegaskan bahwa bandara yang berada di Kabupaten Kediri tersebut seharusnya sudah dapat melayani keberangkatan jemaah haji mulai tahun 2027.
Dorongan tersebut disampaikan Anim dalam rapat kerja Komisi VIII DPR RI bersama Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, pada 18 November 2025.
Dalam forum tersebut, ia mempertanyakan alasan Bandara Dhoho belum ditetapkan sebagai embarkasi untuk musim haji 2026 meski survei kelayakan telah dilakukan.
“Kemarin tentang masalah embarkasi Bandara Kediri juga sudah disurvei. Tapi kenapa Kediri kok belum bisa dipakai untuk embarkasi 2026?” ujar Anim dalam rapat tersebut.
Menurutnya, kebutuhan akan hadirnya embarkasi baru di Jawa Timur semakin mendesak. Hal ini mengingat tingginya tingkat kesibukan Bandara Juanda Surabaya yang selama ini menjadi pusat keberangkatan jemaah haji wilayah setempat.
Secara khusus dia menilai kondisi tersebut menuntut adanya alternatif agar layanan dan kapasitas tidak semakin terbebani.
“Harapan kami Dhoho Kediri ini bisa dipakai untuk embarkasi 2027,” tegasnya.
Baca juga: DPR dan Pemerintah Sepakati Langkah Penonaktifan BPJS Kesehatan PBI
Anim juga meminta arahan dari Kementerian Agama mengenai prosedur serta langkah teknis yang harus dipenuhi agar Bandara Dhoho dapat memenuhi standar sebagai embarkasi pada tahun yang ditargetkan.
Bahkan menurut dia, kejelasan dari kementerian diperlukan agar proses penetapan dan persiapan berjalan lebih terarah.
Hasil survei yang telah dilakukan terhadap Bandara Dhoho, kata Anim, menunjukkan bahwa fasilitas dan kesiapan bandara tersebut dinilai memenuhi syarat teknis dasar untuk menjadi salah satu pintu pemberangkatan jemaah.
Karena itu, ia menilai tidak ada alasan kuat untuk menunda penetapan embarkasi tersebut lebih lama.
Baca juga: KKN UNP Kediri Sulap Semak Belukar Jadi Kampung Hijau Berbasis Zero Waste di Kelurahan Dermo
Ia menambahkan bahwa penetapan Bandara Dhoho sebagai embarkasi haji akan membuka akses lebih luas bagi jemaah di wilayah Kediri Raya, Mataraman, dan sebagian Jawa Timur bagian selatan.
Pada kontak tersebut, selain mengurangi beban Juanda, keberadaan embarkasi baru diyakini akan memangkas waktu tempuh dan biaya logistik jemaah.
DPR RI melalui Komisi VIII menegaskan komitmennya untuk mengawal proses penetapan Bandara Dhoho sebagai embarkasi 2027.
Pemerintah diharapkan segera merampungkan kajian lanjutan dan persiapan infrastruktur pendukung agar target tahun 2027 dapat terlaksana tanpa hambatan. (mam/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat