Kades Eli Susianto Pastikan TPS3R-nya Mampu Reduksi 80 Persen Timbulan Sampah Harian Warga

Reporter : Wahyu Bahrudin
Kades Karanggeneng, Eli Susianto di lokasi TPS3R milik Pemdes Karanggeneng, belum lama ini. (Foto Pemdes Karanggeneng for JatimUPdate.id).

 

 

Baca juga: Pemerintah Atur Ritel Modern, Fokus pada Penguatan Koperasi Desa


Karanggeneng, Lamongan, JatimUPdate.id - Pemerintah Desa Karanggeneng, Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan terus berinovasi khususnya meningkatkan kapasitas pengolahan instalasi TPS3R miliknya sehingga bisa melakukan pengolahan sampah warga mencapai 80 persen yang bisa direduksi.

Secara khusus Tempat Pengolahan Sampah (TPS3R) bibinaaPemdes Karanggeneng itu terus berupaya bisa memastikan instalasi penjaga kelestarian lingkungan itu bisa meraih zero wested alias semua sampahnya 100 persen bisa diolah semuanya.

"Pengembangannya kini mampu mereduksi hingga 80 persen timbulan sampah harian masyarakat di wilayah tersebut setelah setahun lebih beroperasi. Kedepan dengan investasi alat dan teknologi, harapannya TPS3R milik Pemdes Karanggeneng bisa  zero wasted, alias 100 persen sampahnya terolah semua," kata Eli Susianto, Kades Karanggeneng kepada redaksi JatimUPdate.id, pada Selasa Pagi (2/12/2025).

Lebih jauh Kades Eli Susianto yang pernah memperoleh bantuan Desa Berdaya 2021 dari Pemprov Jatim itu mengatakan bahwa TPS3R milik Desa Karanggeneng itu sudah beroperasi sejak 2021 lalu, dan kini telah banyak inovasi yang dilakukan.

"Inovasi itu antara lain seperti pemilahan sampah dari sumber, pengolahan sampah menjadi pupuk kompos, serta uji coba produk turunan seperti pupuk organik," ungkapnya.

Secara khusus Kades Eli Susianto mengungkapkan bahwa hasil akhir pengelolaan sampah di TPS3R Pemdes Karanggeneng akan menjadi beberapa kategori, yakni sampah organik, anorganik dan residu.

"Untuk sampah organik kemudian diolah kembali untuk menghasilkan pupuk kompos. Sedangkan sampah anorgaik dilakukan penjulan kepada para pengepul sampah yang biasanya menghampiri TPS3R milik Desa Karanggeneng tersebut," tegasnya.

Data yang dihimpun Redaksi JatimUPdate.id dari BUMDes Desa Karanggeneng menyebutkan bahwa sejak 2021 hingga saat ini 2025, TPS3R telah menghasilkan lebih dari lima pupuk kompos, dengan sebagian besar produksi telah terjual kepada Pemerintah Desa Karanggeneng dan masyarakat sekitar.

Baca juga: Mendes Dorong Pertumbuhan Kopdes, Minimarket Diminta Stop Ekspansi

"Ini tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga memberikan nilai ekonomi dan manfaat langsung bagi masyarakat," tegasnya.

Inisiasi Pendirian Bank Sampah

Eli Susianto menegaskan pihaknya baru saja mendapat masukan ide melalui berdiskusi dengan peneliti muda Sygma Research and Consulting guna pengembangan TPS3R milik Pemdes yang kini dikelola oleh BUMDesanya.

"Dari adik-adik SRC [Sygma Research and Consulting] menginsirasi Pemdes Karanggeneng untuk membentuk Bank Sampah. Harapan dan desainnya adalah BUMDesa dengan KDMP [Koperasi Desa Merah Putih] di Desa Karanggeneng bisa bersinergi dalam pengelolaan sampah, dimana pengelolaan TPS3R nya ditangan BUMDesa, Bank Sampah-nya dibawah KDMP dimana semua warga bisa jadi anggota kepesertaannya," kata Eli.

Lebih dalam Eli optimis bahwa konsep Bank Desa yang jadi bagian dari KDMP ini menjadikan warga semakin semangat menjadi anggota koperasi yang kini getol didorong pemerintah pusat jadi program prioritas andalan.

Baca juga: Pemerintah Pastikan Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Tak Ganggu Pembangunan Desa

"Alhamdulillah, KDMP Desa Karanggeneng kini gerainya telah beroperasi atas dukungan Ponpes Sunan Drajat, Paciran, Lamongan. Kami jadi teringat saat Musdesus Pendirian KDMP, melakukan syukuran dengan memanjatkan doa bersama untuk para perintis koperasi era Hindia Belanda yaitu Raden Aria Wiratmadja, Drs Mohammad Hatta dan RM Margono Djojohadikusumo, sehingga semua ini bisa berjalan lancar," terangnya penuh haru.

Dari peneliti Sygma Research, Eli menerima banyak informasi sehingga Pemdes Karanggeneng menyakini kalau dulu era Hindia Belanda saja Koperasi bisa berdiri dan beroperasi secara luar biasa.

Eli juga mengapresiasi dukungan dan kerja-kerja sunyi rekan-rekan tenaga pendanping desa (TPP) di kecamatannya yang telah berkelindan bekerja keras mendampingi desa selama ini.

"Masak di era Indonesia Merdeka kini Koperasi Desa tidak bisa berdiri dan berkembang, pasti bisa. Maturnuwun Adik-Adik Peneliti SRC atas semua info, ilmu dan dorongannya selama ini. Kita semua percaya bahwa Desa Adalah Kunci Peradaban Modern Indonesia Emas 2045. Ini sesuai Asta Cita ke-6 Pak Presiden Prabowo Subianto," kata Eli dengan optimis. (wb/yh).

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru