Fraksi Gerindra Surabaya Soroti Tes HIV, Minta Pemeriksaan Diperluas ke Sudut Kota

Reporter : Ibrahim
Ajeng Wira Wati, dok Jatimupdate.id

Surabaya,JatimUPdate.id – Ketua Fraksi Gerindra DPRD Surabaya, Ajeng Wira Wati meminta perluasan layanan tes HIV di Kota Surabaya dibarengi screening besar-besaran di seluruh wilayah agar penurunan angka kasus tidak bersifat semu.

“Penurunan 10 persen dari tahun lalu ini jangan sampai hanya karena para pengidap HIV belum ditemukan. Kita takutnya sebagian masih tersembunyi. Makanya screening harus diperbanyak di setiap sudut wilayah Kota Surabaya,” kata Ajeng, kepada Jatimupdate, Kamis (4/12).

Baca juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus

Ajeng meminta Dinas Kesehatan tidak mengendurkan langkah pencegahan dan pengawasan. 

Sehingga perlu sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, melalui RT, RW maupun Kader Surabaya Hebat (KSH).

"Sosialisasi ini tentang pola hidup sehat, menjauhi perilaku menyimpang, termasuk imbauan untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas." kata Ajeng.

Selain itu Ajeng juga meminta ada perhatian khusus kepada kelompok usia sekolah. 

Pasalnya edukasi sejak dini harus menjadi prioritas agar generasi muda memahami risiko HIV.

“Usia sekolah dan usia anak harus diberikan edukasi sejak dini mengenai bahaya HIV. Jangan asal coba-coba dan harus menjauhi pergaulan bebas,” jelasnya.

Ajeng juga menyinggung pengenalan alat kontrasepsi di wilayah dengan dominasi usia produktif. 

Menurutnya langkah tersebut dapat dijalankan, namun harus menggunakan pendekatan yang hati-hati agar tidak menimbulkan dampak negatif.

Ajeng juga mendorong Pemkot menggandeng titik-titik rawan seperti Rekreasi Hiburan Umum (RHU) untuk memastikan pemeriksaan kesehatan dilakukan secara rutin bagi pekerja maupun pengunjung.

Baca juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi

“Tetap boleh ada tempat hiburan, tapi kesehatan harus jadi skala prioritas. Mereka harus rutin melakukan pemeriksaan kesehatan agar tercipta hubungan kesehatan yang baik dan tidak menyimpang,” ujarnya.

Ajeng menganggap pola persebaran aktivitas berisiko saat ini semakin tersembunyi, tidak hanya di wilayah populasi kunci. 

Namun beber dia juga menyebar ke berbagai tempat melalui perkembangan teknologi.

“Sekarang penyebarannya semakin terselubung. Bisa saja di restoran atau kafe. Karena itu screening harus diperluas, tidak hanya fokus ke titik-titik tertentu,” tambahnya.

Maka dari itu Ajeng mengingatkan pentingnya penyampaian informasi yang benar soal HIV ke masyarakat. 

Menurutnya, banyak warga belum memahami bahwa HIV dapat dikendalikan bila pasien disiplin mengonsumsi obat.

Baca juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II

“Penyakit HIV ini bisa dikendalikan kalau pasien minum obat secara teratur seumur hidup. Tidak berbahaya dan tidak gampang menular ke orang lain, tapi pengecekan kesehatan tetap harus dilakukan,” demikian Ajeng Wira Wati.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina, menjelaskan Pemkot telah menyediakan 126 tempat tes HIV yang tersebar luas di 63 Puskesmas, 62 rumah sakit, dan 1 klinik utama. 

Tes ini secara khusus difokuskan pada kelompok yang memiliki risiko penularan tinggi, seperti pekerja seks. 

Kemudian pengguna narkoba suntik, laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL), waria, serta ibu hamil, calon pengantin, dan pasien penyakit menular seperti TBC atau penyakit kelamin.

“Selain itu, Dinkes membangun kerja sama yang kuat dengan kelompok-kelompok yang peduli HIV, seperti Aliansi Surabaya Peduli AIDS (ASPA) dan kelompok pendamping sebaya. Ini adalah bagian dari strategi kami untuk memberikan edukasi, tes kesehatan, dan pencegahan langsung di tengah masyarakat,” kata Nanik. (RoY)

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru