Jakarta, JatimUPdate.id - Tokoh pemuda Sulawesi Selatan dan pendiri PT AIZ Kreasi, Afdhal Alattas, memberikan penegasan sikapnya terkait majunya Vonny Ameliani sebagai calon Ketua KNPI Sulsel. Menurutnya, keputusan Vonny merupakan langkah progresif yang mencerminkan keberanian serta komitmen terhadap pembaruan organisasi kepemudaan.
Afdhal secara tegas menyatakan bahwa pencalonan Vonny membawa angin segar bagi KNPI Sulsel, terutama di tengah kebutuhan perubahan cara pandang dan pendekatan terhadap isu-isu pemuda.
“Majunya Vonny menunjukkan bahwa KNPI Sulsel siap memasuki fase kepemimpinan baru yang lebih visioner dan berorientasi pada perubahan. Saya melihat beliau punya rekam jejak dan kepedulian yang konsisten terhadap pemberdayaan pemuda,” ujar Afdhal di Jakarta, Jumat (05/12).
Dalam pandangannya, Vonny tidak hanya hadir sebagai kandidat, tetapi sebagai representasi generasi muda yang memahami tantangan era digital serta kebutuhan kolaborasi lintas sektor. Afdhal menekankan bahwa sosok seperti Vonny dibutuhkan untuk membawa KNPI tetap relevan.
“KNPI membutuhkan pemimpin yang mampu merangkul berbagai kelompok pemuda, termasuk OKP, komunitas kreatif, dan pelaku industri digital. Vonny memiliki kapasitas tersebut,” tegasnya.
Afdhal juga menyoroti pentingnya kehadiran figur perempuan dalam kontestasi organisasi kepemudaan. Menurutnya, hal ini membuka ruang lebih inklusif bagi dinamika gerakan pemuda di Sulawesi Selatan.
Lebih jauh, ia berharap majunya Vonny dapat menjadi pemicu konsolidasi dan penyatuan visi pemuda Sulsel dalam Musda mendatang. Ia mengingatkan bahwa KNPI harus tampil bukan sekadar sebagai organisasi formal, tetapi sebagai motor penggerak kreativitas dan peningkatan kualitas SDM pemuda.
“Jika dipimpin dengan visi yang jelas, KNPI bisa menjadi kekuatan besar bagi kemajuan pemuda Sulsel. Saya yakin Vonny mampu membawa energi positif itu,” tutup Afdhal.
Pernyataan Afdhal Alattas ini memperkuat dukungan terhadap langkah Vonny Ameliani, sekaligus menandai besarnya harapan agar kepemimpinan KNPI Sulsel memasuki fase transformasi yang lebih progresif dan adaptif (*).
Editor : Redaksi