Jember, JatimUpdate.id - Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember membangun food court di area Kartini untuk merelokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) dari Alun-alun terus memicu perdebatan.
Di sisi lain, Pemkab Jember juga berencana membangun flyover di perempatan Mangli, sebagai upaya mengurai kemacetan.
Baca juga: Harga Gabah Anjlog, Komisi B DPRD Jember Minta Bulog Jember Tidak Menolak Gabah Petani
Polemik Food Court dan Surat Terbuka Gereja
Anggota DPRD Kabupaten Jember Agung Budiman menanggapi rencana pembangunan food court dan Flyover, saat acara reses masa sidang ke III, di Hotel 91, Jalan Mataram, Karang Mluwo, Mangli, pada Jum'at (05/12/2025).
Dihadapan 100 orang, yang menghadiri acara reses, Agung menjelaskan bahwa Pembangunan Food Court, berdekatan dengan sebuah gereja di area Jalan Kartini.
Rencana pembangunan itu, telah mendapatkan tanggapan, seperti surat terbuka dari pihak gereja, yang diunggah melalui akun Facebook.
"Memang saya dengar ada surat terbuka dari pihak gereja," ujar Agung.
Ia menyampaikan bahwa pihaknya mengharapkan Pemkab Jember mengkaji ulang ulang.
"Apa pun itu, itu masukan dari masyarakat. Semuanya diakomodir, untuk dikaji," ujarnya.
Meski demikian, rencana pembangunan food court tampaknya akan tetap berjalan. Agung berharap proyek ini dapat mengakomodasi kepentingan pihak gereja maupun para PKL.
"Selain itu, mudah-mudahan Pemkab bisa mengatasi dampak yang mungkin timbul, seperti kemacetan atau keramaian di luar dugaan, setelah food court beroperasi," kata Agung.
Flyover Mangli: Anggaran Diusulkan dari APBN
Sementara itu, pembangunan flyover di Simpang Empat Mangli, yang kerap menjadi titik kemacetan parah terutama pada akhir pekan, telah memasuki tahap perencanaan.
Baca juga: Legislator PDIP Jember Lobi KBRI, Pulangkan 2 Warga Jember Yang Disekap di Kamboja
Kabar baiknya, Pemkab berusaha agar anggaran pembangunan, menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sehingga tidak membebani APBD.
"Untuk perencanaannya itu tetap ditanggung semua pihak dari anggaran APBD, tapi untuk pembangunannya nanti kita berusaha untuk memakai anggaran APBN," jelas Agung.
Meski pagu anggaran pasti belum dapat diumumkan karena masih dalam tahap perencanaan, biaya pembangunan diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah.
Target Eksekusi "Segera Mungkin"
Terkait target waktu, pembangunan flyover ini direncanakan dilakukan "segera mungkin".
Hal ini didasari urgensi mengatasi kemacetan di Mangli, khususnya pada hari Jumat dan akhir pekan.
"Memang perlulah itu untuk diadakan pengkajian untuk mengurai kemacetan di perempatan Mangli," kata Agung.
Baca juga: Sempat Simpang Siur, Anggaran Perawatan Jalan Berlubang di Jember Ditambah Menjadi Rp17 Miliar
Tantangan antara Aspirasi dan Efisiensi Anggaran
Mengenai akomodasi aspirasi masyarakat, menurut Agung, Pemkab Jember mengakui adanya tantangan efisiensi anggaran.
"Untuk aspirasi masyarakat tetap ada, meskipun karena efisiensi anggaran, tidak semuanya bisa terealisasi karena kebutuhan anggaran juga dibagi untuk kegiatan-kegiatan lain," ujarnya.
Pemkab Jember menegaskan bahwa setiap perencanaan besar, seperti flyover, memerlukan perjuangan dan lobi untuk meyakinkan pemerintah pusat agar dapat direalisasikan, terutama terkait dukungan anggaran.
"Intinya, kita berusaha untuk memudahkan masyarakat, memperlancar lalu lintas," pungkas Agung. (MR/Sund)
Editor : Miftahul Rachman