Paiton, Probolinggo, JatimUPdate.id– Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini, memberikan pencerahan mendalam mengenai kriteria istimewa bagi penghuni surga.
Baca juga: Menuju Puasa Melampaui Ritualisme, Menuju Transformasi Spiritual
Dalam pengajian rutin kitab Riyadhus Sholihin di Masjid Jami’ Nurul Jadid pada Sabtu sore (13/12/2025), Kiai Zuhri memaparkan tiga golongan manusia yang dipastikan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Pemaparan yang merujuk pada hadis Nabi Muhammad SAW ini menekankan bahwa kunci menuju surga tidak hanya didasarkan pada ibadah ritual, melainkan juga pada kualitas kepemimpinan, hati, dan integritas diri dalam kehidupan sosial.
Kiai Zuhri mengajak santri bercermin pada akhlak mulia yang termaktub dalam hadis tersebut.
Golongan Pertama: Pemimpin yang Diberi 'Taufik'
Golongan pertama yang disebutkan adalah pemimpin atau orang yang memiliki kekuasaan yang adil, yang secara khusus diberi taufik oleh Allah.
Kiai Zuhri menjelaskan bahwa taufik adalah pertolongan ilahi berupa kemampuan untuk melakukan kebaikan, seperti berbuat adil dan menyejahterakan rakyat.
Beliau kemudian menggarisbawahi perbedaan krusial antara taufik dan khidnan.
"Banyak orang yang ingin baik tapi tidak bisa karena belum mendapatkan pertolongan dari Allah (taufik). Kalau orang mampu berbuat buruk seperti mencuri, mabuk-mabukan, itu bukan berarti mendapat taufik tapi khidnan (dibiarkan tersesat)," tegas Kiai Zuhri.
Pesan ini relevan bagi setiap individu, baik pemimpin negara maupun pemimpin rumah tangga.
Baca juga: Kiai Zuhri Zaini Sebut Memahami Konsekuensi Akhirat Adalah Kunci Ketenangan Hidup
Golongan Kedua: Kelembutan Hati dan Kasih Sayang Universal
Golongan kedua adalah orang yang penyayang, memiliki kelembutan hati (rahmah) kepada setiap kerabat dan sesama muslim.
Sifat rahmah ini diibaratkan sebagai mesin penggerak yang mendorong seseorang untuk berbuat baik kepada seluruh makhluk.
Wujud kasih sayang ini, menurut Kiai Zuhri, harus kontekstual dan adaptif. Ia mencontohkan, rasa sayang kepada orang lapar diwujudkan dengan memberi makanan, kepada yang membutuhkan finansial diwujudkan dengan bantuan materi, dan kepada yang tersesat atau minim ilmu diwujudkan dengan bimbingan atau nasihat.
Golongan Ketiga: Penjaga Kehormatan Diri dan Tanggungan Keluarga
Adapun golongan ketiga yang mendapat jaminan surga adalah orang yang terjaga kehormatan dirinya dan punya tanggungan keluarga.
Baca juga: Kiai Zuhri Zaini Bedah Karakter Ulama Akhirat di Pengajian Ramadan Nurul Jadid
Kriteria ini berfokus pada integritas diri yang tinggi; individu tersebut berupaya keras untuk menjauhi perilaku tercela, bahkan pada hal-hal yang tidak sampai pada batas haram.
Upaya menjaga kehormatan diri tersebut, kata Kiai Zuhri, merupakan manifestasi dari sikap kehati-hatian (wara’) seorang muslim.
Kriteria ini memiliki nilai penting yang berlipat ganda, terutama bagi mereka yang memegang tanggung jawab besar sebagai kepala keluarga atau penanggung nafkah.
Pengajian kitab Riyadhus Sholihin yang rutin diadakan ini menjadi tradisi keilmuan yang kaya di Ponpes Nurul Jadid.
Harapannya, pemaparan Kiai Zuhri ini dapat menjadi panduan praktis bagi santri untuk meningkatkan kualitas diri, ibadah, dan kontribusi sosial mereka, demi meraih derajat tertinggi di akhirat. (pm/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat