Sapi Potong Berkurang, Harga Daging Melonjak, PPSDS Jatim Pemerintah Harus Ambil Langkah Strategis 

Reporter : Ibrahim
Muthowif, dok jatimupdate.id

Surabaya,JatimUPdate.id - Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPSDS) Jatim, Muthowif mendesak pemerintah mengantisipasi kenaikan harga daging, menjelang Nataru dan Idul Fitri 2026.

"Menjelang Nataru, juga tiga bulan lagi Idul Fitri 1447 H/2026, pemerintah perlu mengantisipasi kenaikan harga daging sapi segar. Melihat kondisi sapi siap potong di Jawa Timur terus berkurang." kata Muthowif, Selasa (24/12).

Baca juga: Nataru, Komisi D DPRD Surabaya Minta Hiburan Wisata Libatkan Pegiat Sosial

Muthowif menjelaskan berkurangnya sapi siap potong tidak hanya di RPH Surabaya, akan tetapi juga terjadi di pasar sentra sapi daerah.

Menurutnya, berkurangnya sapi siap potong juga berdampak pada kenaikan harga daging. 

Ia menjelaskan harga sapi siap potong awal November 2025 mencapai Rp50.000 per kilogram. Menjelang Nataru harga melonjak Rp3.000 hingga Rp4.000. 

Sehingga harga sapi siap potong menjadi Rp53.000 hingga  Rp54.000 per kg timbang hidup

"Dengan kondisi kenaikan harga sapi hidup berdampak terhadap harga karkas menjadi Rp105.000,- sampai dengan Rp106.000,- per kilogram, dan harga daging segar Rp120.000,- s/d Rp125.000,- perkilogram." ungkap Muthowif. 

Baca juga: Kodim 0808/Blitar Bersama Polres Blitar Gelar Pos Pengamanan Nataru 2026

Ia memaparkan jika harga daging segar di Surabaya belum mengalami lonjakan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Di antaranya ada kekhawatiran pelanggan mencari penjual lebih murah.

Pun diindikasikan daging glonggongan dijual bebas di pasar tradisional, serta menunggu momentum yang tepat menaikkan harga daging segar.

"Kalau hari ini khususnya di Surabaya harga daging sapi segar belum naik, ada beberapa kemungkinan yang terjadi diantara, khawatir pelanggan pindah ke orang lain," beber Muthowif 

Baca juga: Operasi Lilin Jaya 2025, Polsek Metro Tamansari Temukan Anak Usia 3 Tahun di Kota Tua

"Kedua ada indikasi daging glonggongan yang dijual secara bebas di pasar-pasar tradisional, dan yang ketiga menunggu momentum untuk menaikkan harga daging segar." ungkap Muthowif.

Maka dari itu, PPSDS Jatim mendorong pemerintah mengambil langkah strategis untuk mengantisipasi kenaikan harga saat Ramadan atau Idul Fitri 2026.

"Saya kawatir kalau tidak ada langkah-langkah yang diambil harga daging sapi segar akan mengalami kenaikan sesuai dengan yang perkirakan, bahkan harganya bisa diatasnya." urai Muthowif. (RoY)

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru