Surabaya, JatimUPdate.id - Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Surabaya menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, dalam membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Premanisme di Kota Surabaya.
Baca juga: Jawa Timur Deklarasikan Gerakan Bersih Narkoba, Mendes PDT Ajak Awasi Desa Dari Peredaran Narkoba
Langkah tersebut dinilai sebagai upaya nyata untuk menjaga ketertiban, keamanan, serta keharmonisan sosial di Kota Pahlawan.
Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Surabaya, Alfi, menegaskan bahwa Surabaya dikenal sebagai kota yang inklusif dan menjunjung tinggi nilai guyub-rukun antarwarga. Oleh karena itu, segala bentuk tindakan yang berpotensi merusak keharmonisan dan rasa aman masyarakat harus dicegah sejak dini.
“Surabaya merupakan kota yang begitu inklusif dan terkenal dengan guyub-rukun antar warganya. Sudah sepatutnya semua suku, etnis, dan agama apa pun yang ada di Surabaya bisa saling menjaga keharmonisan, saling menjaga, bahkan bergotong royong,” ujar Alfi.
Baca juga: Menjahit Teori dan Realitas: Sebuah Refleksi Pendidikan Kewirausahaan
Menurutnya, rencana pembentukan Satgas Anti Premanisme menjadi langkah strategis untuk memastikan tidak ada pihak yang merasa paling benar atau paling berkuasa di Kota Surabaya.
Ia menekankan bahwa Surabaya adalah milik bersama yang harus dijaga secara kolektif oleh seluruh elemen masyarakat.
“Nilai kebersamaan itulah yang menjadi salah satu alasan kami mendukung penuh langkah Wali Kota Surabaya untuk membentuk Satgas Anti Premanisme. Jangan sampai ada pihak-pihak tertentu yang merasa berkuasa sendiri, karena Surabaya adalah milik semua dan harus dijaga bersama,” tegasnya.
Baca juga: Zulhas Jadi Keynote Speaker, LHKP PWM Jatim Tegaskan Politik Kebangsaan sebagai Kontrol Demokrasi
Pemuda Muhammadiyah Surabaya berharap pembentukan Satgas tersebut dapat melibatkan partisipasi aktif masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan berkeadilan.
Organisasi kepemudaan ini juga siap bersinergi dengan Pemerintah Kota Surabaya demi menjaga kondusivitas serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman. (roy/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat