Malang, JatimUPdate.id - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pelatihan Analisis Bibliometrik bagi Mahasiswa: Strategi Menemukan Topik dan Novelty Penelitian” pada Oktober 2025.
Baca juga: Berdiri 2015, Kampung Herbal Nginden Jadi Jujukan Penelitian Sejumlah Kampus
Pelatihan ini dipandu oleh Dr. Deny Edy Widodo, SE., MM, dosen Universitas Muhammadiyah Metro Lampung, dengan dukungan tim dari FEB UB dan Universitas Tribhuwana Tunggadewi.
Kegiatan ini digagas oleh tim dosen dan mahasiswa yang diketuai oleh Dr. Mychelia Champaca, S.E., M.M., Ak., dari Departemen Manajemen FEB Universitas Brawijaya dan Dr. Moch Nurhidayat, ST., MM dari Jurusan Manajemen FE Universitas Tribhuwana Tunggadewi.
Dr. Mychelia Champaca, S.E., M.M., Ak., ketua tim PKM dari Departemen Manajemen FEB UB, menjelaskan bahwa tujuan utama pelatihan ini adalah membekali mahasiswa dengan kemampuan melakukan studi literatur sistematis melalui teknik bibliometrik.
“Bibliometrik memudahkan mahasiswa memahami arah perkembangan penelitian, menemukan research gap, dan menilai relevansi sumber ilmiah,” ujar Dr. Mychelia.
Pelatihan menggunakan sejumlah alat database dan analisis bibliometrik populer seperti VOSviewer, Publish or Perish (PoP), SSCI (Social Science Citation Index), dan Scopus.
Alat-alat ini banyak dipakai di dunia akademik untuk memetakan hubungan antar-topik penelitian serta kolaborasi antar-penulis.
Peserta diajak langsung mempraktikkan cara mengimpor data dari database jurnal, menganalisis kata kunci, hingga menghasilkan peta visual riset yang informatif.
Metode pelatihan hybrid menggabungkan sesi tatap muka di kampus FEB UB dengan pertemuan daring melalui Zoom Meeting, memungkinkan partisipasi mahasiswa dari berbagai wilayah.
Peserta pelatihan terdiri dari mahasiswa program S1 dan pascasarjana yang sedang menempuh mata kuliah Metodologi Penelitian dan Seminar Proposal.
Antusiasme peserta sangat tinggi. Seorang mahasiswa mengungkapkan, “Dulu saya hanya mencari referensi secara manual, tapi setelah mengenal VOSviewer, saya bisa melihat tren penelitian dengan lebih jelas.”
Peserta lain menambahkan, “Pelatihan ini sangat membantu saya memahami bagaimana memilih referensi yang relevan dan kredibel.”
Dr. Mychelia juga menyoroti pentingnya literasi digital dalam riset, “Mahasiswa saat ini sering mengandalkan AI untuk mencari referensi, padahal alat seperti ChatGPT belum tentu memberikan sumber yang akurat atau relevan. Dengan memahami teknik bibliometrik, mereka bisa menilai kredibilitas referensi dan membangun kerangka teori yang kuat.”
Melalui kegiatan PKM ini, FEB UB menegaskan komitmennya mendukung pengembangan kompetensi riset mahasiswa yang adaptif terhadap teknologi digital, sekaligus menanamkan nilai integritas akademik dalam setiap karya ilmiah.
Tim PKM berharap bahwa pelatihan ini dapat menumbuhkan budaya riset yang lebih kuat di kalangan mahasiswa dan mendorong mereka menghasilkan karya ilmiah yang orisinal dan berkualitas.
Hasil pelatihan juga akan didokumentasikan dan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah terindeks serta didaftarkan sebagai karya Hak Kekayaan Intelektual (HKI), sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap dunia akademik dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Pelatihan analisis bibliometrik yang diselenggarakan FEB UB membuka wawasan baru bagi mahasiswa dalam melakukan riset yang terstruktur dan berbasis data. Dengan penguasaan teknik ini, mahasiswa tidak hanya mampu menemukan topik dan novelty penelitian dengan lebih efektif, tetapi juga memperkuat integritas akademik dalam karya ilmiah mereka. (dek/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat