Pengabdian Tanpa Batas, TPP Terbaik Gresik Meninggal Di Lokasi Tugas

Reporter : Ibrahim
Ucapan Duka Cita dan saat alm Khoirun Nashih berada di lantai II aula Sunan Kalijaga sesaat kemudian terkena serangan jantung sehingga meninggal dunia. (Foto TPP Gresik for JatimUPdate.id)

Oleh : Husnada

Koordinator Pendamping Desa Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik

Baca juga: Tak Sekadar Formalitas, BUMDes Wringin Didorong Jadi Motor Ekonomi Desa

Panceng, Gresik, JatimUPdate.id - Beberapa hari dalam sepekan ini, kabut duka menyelimuti Keluarga Besar Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Gresik menyusul salah satu pendamping desanya berlokasi tugas di Kecamatan Panceng pada Selasa siang (6/01/2026) meninggal dalam bertugas.

Khoiron Nashih, Pendamping Desa Kec. Panceng gugur saat berdesa atau bertugas mendampingi sejumlah desa kala Rapat Koordinasi membicarakan dana desa dan pembenahan dokumen perencanaan desa.

Kabar itu bak petir menggelegar menerpa TPP Gresik yang lagi berkumpul saat mengumpulkan dokumen Surat Perjanjian Kerja (SPK) di areal Pemkab Gresik.

Tentunya, kabar duka ini seolah tidak dipercaya, para pihak mencoba mengecek kebenarannya.

Toh Takdir itu mesti diterima, rekan kerja terbaik mesti meninggal di lokasi tugas, sebuah narasi yang tidak untuk mengada-ada karena begitulah Khoiron Nashih meninggal dengan tenang tanpa menyusahkan saat Rapat di Lantai II Gedung Kecamatan Panceng, sehingga istilah *Gugur Saat Bertugas* menjadi diksi pilihan yang tepat dan tidak berlebihan.

Dan seorang rekan kerjanya, Husnada, berinisiatif menelpon TAPM Gresik untuk berkonsultasi. "Pak Yuris, panjenengan khan wartawan, apa saget menuliskan berita untuk mendiang sahabat dan rekan kerja saya, alm Mas Nasih," pinta Husnada.

Dan permintaan tersebut tidak langsung disetujui alias diberikan beberapa syarat. "Jangan saya yang menulis Mbak, mestinya yang tepat itu panjenengan yang membuat tulisan dan narasi tentang Mas Nashih sekalian mintakan pendapat, kesan dan pesan dari TPP serta para stakeholder desa agar berita duka ini menjadi sangat objektif dan clear and clean yang memuat kaedah jurnalistik," ungkap Yuristiarso kepada Husnada pada Kamis pagi (08/01/2026).

Husnada menyambut tawaran itu dengan antusias sambil belajar dan segera mengirimkan pesan di grup WA TPP Gresik agar rekan-rekan kerja bisa bersama-sama membantunya menyusun narasi berita tersebut.

"InsyaAllah akan saya kerjakan Pak, sekaligus belajar menulis berita, mohon nanti dibantu untuk mengeditkan, kalau jelek tulisannya jangan dimarahin," ungkap Husnada.

Dan pada Kamis Malam (08/01/2026) naskah berita masuk keruang redaksi JatimUPdate.id, terus terang memproses naskah berita duka alm Mas Nashih ini bukan pekerjaan mudah, karena ada emosi yang mesti terlibat untuk menuangkan naskah itu menjadi layak tayang.

Alhamdulillah semuanya bisa terselesaikan, semoga berita ini bisa membuat keluarga, para rekan kerja dan para kolega bisa menerimanya dengan baik.

Selamat membaca.

----------------------------------

Pengalaman menulis berita ini mesti diakui bukan pekerjaan mudah, apalagi ini pengalaman pertama dan meski ini permintaan sendiri agar peristiwa duka meninggalnya rekan kerja Khoirun Nashih selaku Pendamping Desa Kecamatan Panceng ini bisa terekam dan terdokumentasi.

Butuh upaya khusus agar naskah berita ini bisa selesai dengan harapan diterima dan bisa disunting agar jadi layak berita.

Lebih jauh, Saya yang bernama Husnadah merupakan rekan kerja Pendamping Desa Alm Khoirun Nashih di Kecamatan Panceng.

Tim TPP Kecamatan Panceng sendiri terdiri dari 5 orang TPP yang terdistribusi atas 3 Pendamping Desa yaitu Husnadah, Khoirun Nashih dan Abdul Hakim. Sisanya ada 2 orang Pendamping Lokal Desa yang bernama Mohammad Taufiq dan Fahrur Rozi.

Profil alm Khoirun Nashih merupakan putera daerah Panceng yang terlahir di Desa Ketanen Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik pada 27 November 1976.

Beliau bertempat tinggal bersama keluarganya di Desa Siwalan Kecamatan Panceng.

Gugur Saat Berdesa

Pada hari Selasa, (06/01/2026) terdapat kegiatan Koordinasi Kepala Desa, sekretaris Desa dan juga kaur keuangan se-kecamatan Panceng.

Pada momen tersebut juga dihadiri oleh  Camat Panceng, Mohammad Sampurno,S.Sos, MM, beserta Sekretaris Kecamatan Panceng, Yono, ST, Kasie Pembangunan, Nur Ikhwanto, SE., Kasie Pemerintahan, Musolikhin, SE., serta Kasie Ekonomi, Dra. Masri’ah di Aula Sunan Kalijaga Kecamatan Panceng.

Dalam rangka memfasilitasi kegiatan APBDes tahun anggaran 2026, alm Khoirun Nashih, duduk diantara Taufiq dan Kasie Ekonomi, Masri’ah ketika proses kegiatan berlangsung tiba-tiba alm Khoirun Nashih tejatuh.

Para koleganya termasuk para Kades kemudian membawanya turun karena kebetulan kegiatan ada di lantai 2.

Alm Khoirun Nashih dinyatakan telah meninggal dunia di depan Kantor Kecamatan Panceng pada pukul 12.00 WIB.

Sejumlah koleganya menyatakan alm Khoirun Nashih meninggal di lokas tugas di Kecamatan Panceng masih menggunakan baju biru seragam kebesaran Pendamping Desa.

Alm Khoirun Nashih adalah seorang Pendamping Desa yang menguasai sejumlah regulasi terkait Desa mulai dari Peraturan Menteri Desa, Permenkeu, Peraturan Pemerintah dan peraturan yang lain yang berhubungan dengan Desa.

Beliau seorang Pendamping yang bisa menjadi sosok panutan buat Perangkat Desa, bahkan kepala Desa ketika ada permasalahan di Desa beliau memberikan solusi memecahkan permasalahan-permasalahan yang ada sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Kesan Kolega Kerja di Kecamatan Panceng

Kesan dari Kasie Ekonomi Dra. Masri'ah tentang alm Khoirun Nasih, bahwa dirinya sangat terkesan dengan kinerja Khoirun Nashih yang Tegak lurus sesuai aturan selalu berkoordinasi dengan beliau terkait kegiatan BUMDES dan juga mengawali kegiatan Koperasi Desa Merah Putih Sesuai dengan Regulasi yang ada.

“Kami sebagai rekan kerja pendamping Desa se-kecamatan panceng Bapak Khoirun Nashih adalah pengayom untuk kami, kami merasa kehilangan beliau sang lentera regulasi yang ada, dan juga seorang bapak yang bisa menjadi tauladan bagi kami, disiplin, tegas sesuai aturan dan berjiwa pemberdayaan”.

Kesaksian muncul dari rekan kerja, Taufiq, Pendamping Lokal Desa Kecamatan Panceng yang Kebetulan duduk bersebelahan dengan Alm. Bapak Khoirun Nashih.

"Pak Nashih seorang Pendamping Desa yg berwawasan sangat luas, disiplin dan selalu membimbing serta mengarahkan kami. Beliau orangnya sangat baik terutama kepada kami (teman perjuangan) sehingga disegani banyak orang. Beliau seorang pekerja keras penuh dengan pengabdian hingga ajal menjemput posisi dalam bertugas dan memakai seragam kebanggaan pendamping desa," kata Taufiq mengenang koleganya tersebut.

Pengakuan Keluarga

Sebuah pernyataan bersifat eksklusif secara jurnalistik datang dari keluarga dekat yaitu pengakuan dari istri nya alm Khoirun Nashih, bernama Sukinatun.

"Beliau adalah sosok Ayah yang baik buat ke-4 anaknya bahkan pada tahun baru kemarin, Mas Nashih membuat suprise ke keluarga dengan menyewa villa di Malang untuk berlibur bersama keluarga, dan kesan yang mendalam sebagai seorang Suami yang tidak pernah membentak istrinya walaupun berumah tangga selama 20 tahun," tutur pendamping setia alm Khoirun Nashih, Sukinatun yang disampaikan secara langsung ke Husnada untuk dikutip.

Baca juga: Pengurus BUMDes se-Umbulsari Digembleng, Fokus Tertib Laporan Keuangan

Pengakuan Jujur Kades Siwalan-Mitra Kerja

Sebuah pangakuan jujur atas dedikasi pengabdian dan kinerja diberikan oleh Kepala Desa Siwalan, Bapak Mukhamad Suhartomo, tentang profil sosok TPP bernama Khoirun Nasih yang baru saja berpulang ke Rahmatullah.

"Almarhum adalah sosok yang sangat berdedikasi dalam pekerjaannya dan selalu menjadi inspirasi bagi kami semua. Kontribusi dan ide-ide cemerlang almarhum telah memberikan dampak besar bagi Desa Siwalan. Semangat pantang menyerahnya akan selalu kami ingat. Kami di sini akan selalu mengenang jasa Mas Nashih dan melanjutkan semangat positif yang telah ia tularkan. Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga mereka diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan berat ini. Semoga amal ibadah Nashih diterima di sisi-Nya dan mendapatkan tempat terbaik di sana. Kepergianmu meninggalkan duka yang mendalam, namun kenangan indah bersamamu akan tetap hidup di hati kami selamanya. Terima kasih atas persahabatan dan kerja samanya. Selamat jalan, rekan terbaik," ungkapan pengakuan seorang Kades yang menjadi mitra kerja selama ini.

Ungkapan Duka Cita dari Rekan Kerja TPP

Ungkapan duka cita dan kenangan datang dari rekan kerja di Pendampingan Desa yaitu M. Ludfi Khambali A, M.Pd. yang kini menjabat Ketua PC GP Anshor Gresik.

Ludfi Khambali sendiri juga merupakan bagian dari Tim TPP Kabupaten Gresik dengan lokasi tugas di Kecamatan Benjeng tersebut.

“Saya sangat merasa kehilangan dengan kepergian rekan kerja sekaligus saudara seperjuangan dalam berdesa, Alm. Pak Nasih [Khoirun Nashih]. Beliau sebagai Sosok yang sangat Komitmen dan penuh tanggung jawab, Kalem, Sabar dan punya semangat yang tidak pernah luntur dalam mewujudkan misi pemberdayaan Masyarakat Desa, wafatnya beliau pada saat bertugas melakukan fasilitasi APBDes di Kantor Kecamatan Panceng sebagai bentuk komitmen dan tanggungjawab beliau sebagai Pendamping Desa, sekalipun dalam kondisi yang masih kurang sehat tapi masih tetap melaksanakan tugas berDesa," ungkap Ludfi.

Secara mendalam Ludfi menyatakan bahwa koleganya itu merupakan pekerja keras.

"Pengalaman beliau yang panjang dalam dunia pemberdayaan masyarakat selama ini memberikan banyak wawasan dan solusi atas problem yang dialami oleh teman-teman pendamping Desa di kabupaten Gresik," ungkap Ludfi dengan tatapan mata yang nanar, terlihat sekali kesedihan mendalam yang tidak bisa disembunyikan.

Dilain pihak, ada pengakuan dari Imam Burhanuddin, rekan kerja yang berprofesi sebagai Pendamping Lokal Desa Kecamatan Dukun.

"Buat Sang Senior Kami, Mas Nashih. Kami punya kesan yang tidak mungkib mudah dilupakan. Kami jelas merasakan duka yang mendalam. Beliau adalah orang yang baik hati, ramah, dan selalu siap membantu juniornya tanpa pamrih.
Beliau bukan hanya seorang senior, tetapi juga mentor yang berdedikasi dan inspiratif. Semangat juang, bimbingan, dan teladan kinerjanya akan selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan kami di TPP KemenDesa.
Kami berterima kasih atas semua kenangan indah dan pelajaran berharga yang telah beliau berikan," tutur Imam.

Lebih detail Imam menyampaikan sejumlah pesan.

"Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga ketabahan selalu menyertai, dan Almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Kami akan selalu mengenang jasa-jasanya dan berupaya meneruskan nilai-nilai positif yang beliau tanamkan," ungkapnya.

Secara khusus, Haris Junaidi Koordinator Pendamping Desa Kecamatan Duduk Sampeyan menyampaikan kesan dan pesannya terhadap rekan kerjanya yang sangat dihormatinya itu

“Kami kehilangan sosok sahabat, rekan perjuangan, dan pengabdi bangsa yang luar biasa. Mas Khoirun Nasih bukan hanya seorang pendamping Desa, tetapi juga teladan tentang keikhlasan, dedikasi, dan tanggung jawab dalam mengabdi kepada masyarakat. Dalam setiap langkah pengabdiannya, beliau selalu menunjukkan ketulusan hati, kesabaran, dan semangat untuk memajukan Desa serta memberdayakan masyarakat tanpa pamrih," kata Haris dengan suara bergetar menahan duka dan kesedihan, karena masih belum percaya sahabat terkasihnya itu meninggal secepat itu.

Lebih dalam Haris menyampaikan kesannya terhadap alm Mas Nasih.

"Kesan yang kami rasakan, Almarhum adalah pribadi yang rendah hati, mudah bergaul, dan selalu siap membantu siapa pun yang membutuhkan. Nasihat, senyum, serta semangat juangnya akan selalu terpatri dalam ingatan kami. Kehadirannya membawa harapan dan kekuatan, khususnya bagi masyarakat Desa yang ia dampingi dengan sepenuh jiwa," ungkap Haris dengan penuh duka.

Secara khusus Haris berpesan kepada dirinya sendiri, segenap TPP Kabupaten Gresik dan para pihak serta keluarga alm Mas Nasih.

"Semoga segala amal ibadah dan pengabdian almarhum diterima oleh Allah SWT, diampuni segala khilafnya, dan diberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan. Perjuangan dan pengorbanan almarhum akan selalu menjadi inspirasi bagi kami untuk terus melanjutkan pengabdian demi Desa dan negeri.
Selamat jalan sahabat, jasamu akan selalu hidup dalam setiap langkah pengabdian kami," kata Haris berupaya ikhlas melepas sosok sahabatnya itu.

Baca juga: Musyawarah Desa Pertanggungjawaban BUMdesa Jadi Ajang Transparansi Anggaran Desa Batal

Lebih jauh, sahabat karibnya, Isfar Koordinator Pendamping Desa Kecamatan Menganti menuturkan sejumlah kesan dan pesan dengan menitikkan air mata.

"Saya bersaksi, Beliau-Mas Nasih-itu adalah pendamping Desa yang lurus, rapi, dan konsisten sama aturan. Kerjanya tenang, tidak neko-neko, tapi jelas arahnya. Dilihat dari status wa nya, beliau sering mendampingi proses musyawarah Desa, termasuk terakhir kemarin mendampingi pembahasan APBDes beliau hadir dengan sikap yang sama, menjaga proses tetap benar," kata Isfar tanpa bisa menutupi kesedihanya ditinggal oleh sahabat terdekatnya yang telah bersama-sama Membersamai Desa-Desa di Kabupaten Gresik dengan Konsisten.

Isfar menambahkan, sebagai pendamping Desa dan pernah menjadi Ketua APDI (Asosiasi Pegiat Desa Indonesia) itu telah menunaikan tugasnya tanpa peduli waktu.

"Beliau bukan tipe yang banyak bicara, tapi kalau sudah soal prinsip, beliau berdiri paling depan. Memberi contoh lewat sikap, bukan sekedar lewat kata-kata. Kepergian beliau di tengah tugas jadi pengingat buat kami semua, bahwa pengabdian itu kadang benar-benar sampai di titik akhir," ungkap Isfar jujur.

Secara khusus Isfar memberikan kata-kata yang bernada pesan.

“Kami kehilangan teman, sahabat sekaligus panutan disaat TPP di Indonesia akan merayakan peringatan Hari Desa yang jatuh pada 15 Januari 2026 mendatang, TPP Kabupaten Gresik mesti Berkabung kehilangan Kader TPP terbaiknya yang gugur saat bertugas. Saya merasa bahwa kepergian Mas Nasih tidak hanya meninggalkan duka mendalam, namun ada jejak nilai dan keteladanan yang harus kami lanjutkan."

Selanjutnya sebagai penutup Isfar, masih dengan suara terbata-bata mengungkapkan, "Semoga semua kerja baik beliau jadi amal, dan semoga kami yang masih diberi waktu bisa terus belajar untuk tetap jujur, tertib, dan setia pada amanah Desa, seperti yang beliau contohkan."

Ucapan Duka Cita TAPM Gresik

Secara mendalam, Tim TAPM Kabupaten Gresik meminta Ilonka Widyawati untuk mewakili guna menyampaikan kesan dan pesan terkait Alm. Khoirun Nashih.

Menurut Ilonka Widyawati, Tenaga Ahli Kabupaten Gresik yang secara khusus mencoba menerawang guna merunut kronologi kejadian, Selasa (06/01/2026), hari yang penuh duka bagi TPP Gresik itu.

"Hari itu Selasa ketika teman-teman sedang mengumpulkan SPK di kabupaten, Sangat kaget sekali menerima berita bahwa mas Nashih telah meninggal dunia, beberapa hari yang lalu memang ingin sekali menjenguk mas Nashih yang sedang sakit, dan hari itu pun juga terucap ingin menjenguknya. Belum sempat bertemu ternyata Allah telah lebih dulu memanggilnya. Innalillahi wa inna ilaihirojiun, perjalanan kita sebagai teman sesama TPP terasa begitu singkat, baru kemarin rasanya kita berdiskusi melalui telpon tentang pemberdayaan masyarakat, dan banyak sekali memberikan masukan yang sangat Positif. Kami TAPM Gresik, saya [Ilonka], Mas Nuri, Mas Izul, Mas Indra, Mas Zam dan Kang Yuris, sangat sedih untuk melepas kepergian panjenengan, Rakor Wilayah Di Wisata Doudo [Desa Doudo, Kec. Panceng], jadi bukti sahih kebersamaan kita membersamai Desa," kata Ilonka tanpa bisa menahan butiran air mata untuk melepas TPP nya itu.

Mas Nashih, kata Ilonka didampingi para TAPM Gresik, dikenal sebagai orang yang ramah, penuh semangat dan selalu siap membantu sesama tanpa pamrih.

"Saya yakin semangatnya dalam pendampingan dapat menular dan sikap positifnya menjadi motivasi untuk bekerja lebih bersemangat dan lebih baik lagi. Selamat Jalan Mas Nashih, kami dengan Duka dan Bangga melepas kepergianmu menghadap Sang Khaliq," tegas Ilonka, warga Sidoarjo yang kini tengah bertugas mengabdi untuk 330 Desa di 18 Kecamatan Kabupaten Gresik itu.

Penutup

TPP Kabupaten Gresik pada Selasa, (6/01/2026) berkabung karena salah satu pendamping desanya berpulang keharibaan Allah Subhannahuataala, Gugur Saat Berdesa dan Bertugas, di Kantor Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, sebuah proses Kematian yang luar biasa, menunjukkan totalitas dalam bekerja.

Tiada kata yang pantas diungkapkan selain untain doa-doa dan kata-kata haru, akan duka yang terselip Kebaggaan akan dedikasi Kerja yang luar biasa.

Segenap TPP Kabupaten Gresik Mengucapkan Selamat jalan, sahabat, Selamat Jalan Mas Nashih yang sangat Kami Hormati. Jasamu akan selalu hidup dalam setiap langkah pengabdian kami.

"Selamat jalan, kawan.
Tenanglah.
Kami akan terus melangkah, sambil mengingat caramu menjaga totalitas pengabdian. Salam MerDesa. Dari Kami Semua TPP Gresik yang mengantarkan Kepergian moe dengan Duka dan Bangga." (roy/mmt)

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru