Melalui Tata Kelola Berstandar ISO

KH Abdul Hamid Wahid: Ponpes Nurul Jadid Siap Menjadi Mercusuar Peradaban

Reporter : Ponirin Mika
KH Abdul Hamid Wahid


Paiton, Probolinggo, JatimUPdate.id – Kepala Pesantren Nurul Jadid, KH Abdul Hamid Wahid, menegaskan visinya untuk menjadikan Pondok Pesantren Nurul Jadid sebagai "Mercusuar Peradaban" di usia ke-77 tahun.

Komitmen ini diwujudkan melalui transformasi manajemen modern berstandar internasional tanpa meninggalkan akar tradisi pesantren.

Baca juga: Dari Senyum Tulus Hingga Kisah Lalat Penyelamat Imam Suyuti

Pernyataan tersebut disampaikan Kiai Hamid dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-77 sekaligus Haul Masyayikh yang digelar di Paiton, Probolinggo, pada Ahad (18/01/2026).

Ia menekankan bahwa untuk menjadi pusat peradaban yang unggul, pesantren harus memiliki tata kelola yang profesional.

"Kami ingin menunjukkan bahwa keunggulan pesantren harus holistik. Ada keseimbangan antara kekuatan moralitas dan intelektualitas dengan tata kelola profesional yang modern," ujar KH Abdul Hamid Wahid yang juga diketahui menjabat sebagai Bupati Bondowoso tersebut.

Sebagai langkah konkret menuju visi tersebut, Nurul Jadid kini telah mengantongi dua sertifikasi internasional sekaligus, yakni ISO 9001:2015 tentang Manajemen Mutu dan ISO 21001:2018 tentang Manajemen Organisasi Pendidikan.

Baca juga: KH. Moh. Zuhri Zaini: Zakat Adalah Benteng Harta dan Pembersih Jiwa

Kiai Hamid menjelaskan bahwa standar ini menjamin setiap layanan pendidikan dan dakwah dilakukan secara transparan serta akuntabel.

Dalam sambutannya, Kiai Hamid juga memaparkan strategi yang tertuang dalam Rencana Induk Pesantren 2021-2040.

Transformasi ini bertumpu pada empat pilar utama: pendidikan berkualitas, SDM profesional, kemandirian pendanaan, dan sarana prasarana yang representatif.

Baca juga: Kiai Zuhri Zaini: Menuju 'Ibadurrahman' dengan Jalur Istiqamah

"Nurul Jadid tidak hanya menjaga warisan intelektual masa lalu, tetapi juga bertransformasi mengambil tradisi baru yang membawa maslahat bagi agama, bangsa, dan masyarakat," tambahnya, merujuk pada kaidah Al-muhafazhatu ‘alal qadimi al-shalih, wal akhdzu bil jadidi al-aslah.

Kiai Hamid menutup pesannya dengan instruksi kepada seluruh pengelola untuk disiplin menjalankan Standard Operating Procedure (SOP) sebagai bentuk pengabdian.

Ia meyakini, dengan internalisasi Panca Kesadaran dan Trilogi Santri ke dalam sistem kerja, Nurul Jadid akan semakin kokoh sebagai lembaga yang mencetak generasi unggul bagi kesejahteraan umat. (pm/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru