Surabaya, JatimUPdate.id - Ketua GP Ansor Jatim Musyaffa Safril mendukung langkah Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, yang menyita 1.000 ton beras ilegal di wilayah Kepulauan Riau.
"Tindakan ini merupakan langkah heroik sekaligus bentuk nyata jihad kedaulatan pangan nasional." kata Musaffa' melalui keterangannya, Rabu (21/1).
Baca juga: Perkuat SDM Kader, Ansor Jatim Bahas Kerjasama Strategis dengan UPN
Musaffa menegaskan penindakan terhadap praktik penyelundupan pangan bagian ikhtiar besar melindungi petani.
Pun menjaga harga hasil panen, dan mempertahankan martabat bangsa.
“Apa yang dilakukan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman adalah jihad kedaulatan pangan. Ini bukan hanya soal beras ilegal, tetapi soal keberpihakan negara kepada petani dan masa depan pangan Indonesia,” tegas Musaffa.
Menurutnya, praktik penyelundupan beras dari wilayah yang bukan daerah produsen, lalu didistribusikan ke daerah sentra produksi merupakan bentuk kejahatan serius yang merusak tata niaga pangan nasional.
Baca juga: Kiai Zuhri Zaini: Medsos Bisa Jadi Musibah Sosial Jika Ukhuwah Kita Rapuh
Ia menyebut pola tersebut, kata dia, mencederai logika ekonomi sekaligus mengancam keberlanjutan produksi petani lokal.
“Ketegasan ini harus dikawal dan dilanjutkan sampai ke akar masalah. Jangan berhenti pada pelaku lapangan. Siapa pun aktor intelektual di balik penyelundupan pangan harus dibongkar,” lanjutnya.
Musaffa juga menegaskan GP Ansor, sebagai organisasi kepemudaan berbasis kerakyatan, siap berada di barisan terdepan mendukung agenda kedaulatan pangan nasional.
Baca juga: MDS Rijalul Ansor Gelar Upgrading di Ponpes Nurul Jadid Paiton
Ansor Jatim, lanjutnya, secara konsisten mendorong penguatan sektor pertanian, perlindungan petani, serta penegakan hukum yang adil dalam tata kelola pangan.
“Kedaulatan pangan adalah bagian dari kedaulatan bangsa. Ketika petani dilindungi dan pangan dijaga dari praktik curang, maka negara sedang menegakkan keadilan sosial. Di titik inilah jihad kebangsaan itu menemukan maknanya,” urai Musaffa' Safril. (RoY)
Editor : Miftahul Rachman