Bangun Leadership Resilience, HMI Surabaya Siapkan Kader Penentu Arah Zaman

Reporter : Wahyu Bahrudin
Moch. Elok Hakan Multazam, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Surabaya secara resmi membuka kegiatan Training Raya HMI Surabaya Tingkat Nasional dengan tema The Role of HMI in Building Leadership Resilience in Uncertainty, BPSDM Provinsi Jaw

 

Surabaya, JatimUPdate.id -Surabaya, JatimUPdate.id - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Surabaya secara resmi membuka kegiatan Training Raya HMI Surabaya Tingkat Nasional dengan tema The Role of HMI in Building Leadership Resilience in Uncertainty, ada tiga training yang di selenggarakan secara bersamaan, diantaranya Intermediate Training/Latihan Kader II, Latihan Khusus Kohati dan Senior Course.

Baca juga: Runtuhnya Benteng Moral HMI : 79 Tahun Mengasah Diri dan Menjaga Arah

Acara ini merupakan agenda Perkaderan Formal yang menjadi bagian dari jenjang perkaderan pada tingkat Intermediate, atau biasa disebut Latihan Kader II alias Intermediate Training pada organisasi Kemahasiswaan yang akan segera berdiesnataslis menyusul terlahir pada 5 Februari 1947 dengan pendirinya Alm Lafran Pane di Yogyakarta itu.

Pembukaan kegiatan tersebut, dilaksanakan di gedung BPSDM Provinsi Jawa Timur dan dibuka langsung oleh Ketua Umum HMI Cabang Surabaya, Moch. Elok Hakan Multazam, Jumat, (30/01/2026)

Dalam sambutannya, Ketua Umum menegaskan bahwa kader HMI memiliki peran strategis sebagai agen perubahan di tengah situasi global dan nasional yang penuh ketidakpastian.

Tantangan zaman yang ditandai dengan krisis multidimensional, ketimpangan sosial, serta dinamika politik menuntut hadirnya pemimpin-pemimpin muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki ketangguhan nilai dan ideologi.

"HMI tidak pernah dilahirkan untuk menjadi penonton sejarah. HMI dilahirkan untuk menjadi penentu arah zaman. Di tengah ketidakpastian, bangsa ini tidak hanya membutuhkan pemimpin yang cerdas, tetapi pemimpin yang tahan guncangan dan teguh pada nilai," kata Multazam.

Ketua Umum juga menyampaikan bahwa konsep Leadership Resilience merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter kepemimpinan kader HMI.

Menurutnya, Ketangguhan kepemimpinan bukan soal keras kepala, melainkan keteguhan prinsip, kejernihan berpikir, serta keberanian moral dalam memihak kebenaran dan keadilan.

Baca juga: HMI dan GMNI: Survival dalam Gerak Zaman, Melawan “Serakahnomics” sebagai Musuh Baru Republik 

"Sebutan Kota Pahlawan, Surabaya memiliki nilai historis yang kuat dalam menumbuhkan semangat perjuangan. Melalui Training Raya Tingkat Nasional ini, HMI Cabang Surabaya berkomitmen menyiapkan generasi pemimpin yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh secara moral dan konsisten dalam pengabdian kepada umat dan bangsa", tegas Ketua Umum HMI Cabang Surabaya di hadapan seluruh tamu undangan dan para peserta training nasional.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 125 peserta dari berbagai cabang HMI di Indonesia, dengan sekitar 60 persen merupakan kader HMI Cabang Surabaya.

Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme kader dalam mengikuti proses pengkaderan lanjutan sebagai bagian dari penguatan kualitas kepemimpinan.

"Saya mengajak seluruh kader agar tidak menjadikan forum ini hanya sebagai jenjang struktural. Jadikan Training Raya sebagai ruang penguatan jiwa, ideologi, dan keberanian moral," ajaknya.

Baca juga: Dies Natalis ke-79, HMI Bondowoso Tegaskan Komitmen Perkuat Nilai Perjuangan dan Perkaderan

"Dari Surabaya, kita ingin melahirkan pemimpin-pemimpin HMI yang tangguh dalam krisis, jernih dalam berpikir, dan setia pada cita-cita umat dan bangsa,” tambahnya.

Sesaat sebelum mengakhiri sambutan, Ketua Umum menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, instruktur, serta pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam mensukseskan kegiatan Training Raya HMI Surabaya Tingkat Nasional.

"Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir kader-kader HMI yang tangguh menghadapi krisis, jernih dalam berpikir, teguh dalam nilai, serta setia pada cita-cita perjuangan HMI untuk umat dan bangsa," pungks Multazam.

Pada sesi akhir acara ditutup dengan seruan khas HMI, yakni slogan “HMI YAKUSA, Yakin Usaha Sampai!”, sebagai penegasan komitmen kader HMI untuk terus berjuang di tengah tantangan zaman. (wb/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru