Ajeng Nidya Anggraeni Harumkan Bondowoso, Raih Runner Up 2 Miss Culture International 2026
Bondowoso, JatimUPdate.id, – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putri daerah asal Bondowoso.
Ajeng Nidya Anggraeni berhasil mengharumkan nama Indonesia dan Kabupaten Bondowoso setelah meraih gelar Runner Up 2 Miss Culture International 2026 dalam ajang internasional yang digelar di Jakarta pada 4–7 Juni 2026.
Tak hanya menempati posisi tiga besar, Ajeng juga berhasil memboyong dua penghargaan bergengsi lainnya, yakni Miss Culture International Top Model dan Best Evening Gown.
Atas capaian tersebut, ia berhak membawa pulang trofi penghargaan serta hadiah uang tunai sebesar Rp25 juta.
Prestasi tersebut menjadi semakin istimewa karena Miss Culture International 2026 diikuti oleh delegasi dari 18 negara.
Negara-negara peserta meliputi Australia, Kamerun, Kanada, Tiongkok, Etiopia, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Myanmar, Belanda, Filipina, Taiwan, Thailand, Uganda, Inggris Raya, dan Vietnam.
Keikutsertaan Ajeng dalam kompetisi internasional tersebut merupakan kelanjutan dari prestasi yang sebelumnya berhasil ia raih sebagai Juara 1 Putri Kebudayaan Nusantara, yang mengantarkannya menjadi wakil Indonesia di ajang Miss Culture International 2026.
Perjalanan Ajeng menuju panggung internasional tidak diraih dalam waktu singkat.
Perempuan muda asal Bondowoso itu mengawali kiprahnya di dunia duta dan pageant dengan meraih gelar Winner Duta Golkar Bondowoso 2021.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu pijakan penting yang membentuk kemampuan, kepercayaan diri, dan komitmennya dalam mempromosikan budaya Indonesia.
Bagi Ajeng, melestarikan budaya tidak hanya sebatas mengenakan kebaya atau kain tenun. Ia memandang budaya sebagai sebuah ekosistem yang harus dijaga secara menyeluruh, mulai dari filosofi yang terkandung dalam setiap motif, sejarah yang melatarbelakanginya, hingga kesejahteraan para pengrajin yang menjadi penjaga warisan budaya bangsa.
Sebagai mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial, Ajeng juga memiliki perhatian besar terhadap upaya pemberdayaan masyarakat dan pelestarian identitas budaya di era digital.
Ia berkomitmen memanfaatkan literasi digital sebagai sarana memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada generasi muda agar semakin bangga terhadap akar budaya dan identitas bangsanya.
Dengan mengusung semangat Bhinneka Tunggal Ika, Ajeng membawa pesan tentang pentingnya keberagaman, toleransi, dan kemanusiaan kepada masyarakat dunia.
Baginya, budaya tidak hanya menjadi simbol warisan masa lalu, tetapi juga jembatan yang mampu mempererat hubungan antarbangsa dan memperkuat rasa saling menghormati di tengah perbedaan.
Keberhasilan Ajeng Nidya Anggraeni menjadi bukti bahwa generasi muda daerah mampu bersaing di panggung internasional.
Prestasi yang diraihnya tidak hanya mengharumkan nama Bondowoso dan Indonesia, tetapi juga menunjukkan bahwa budaya dapat menjadi kekuatan untuk membangun citra positif bangsa di mata dunia.
Capaian tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berkarya, mengembangkan potensi diri, dan berani membawa nama daerah hingga ke tingkat nasional maupun internasional. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat