Musyawarah Desa Pertanggungjawaban BUMdesa Jadi Ajang Transparansi Anggaran Desa Batal

Reporter : M Aris Effendi
Suasana Musdes Pertanggungjawaban BUMDesa Batal Mandiri Desa Batal, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo. (Foto TPP Situbondo for JatimUPdate.id)

Asembagus, Situbondo, JatimUPdate.id - BPD Desa Bantal menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Pertanggungjawaban Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bantal Mandiri pada Senin malam, (20/2/2026), bertempat di Balai Desa Bantal.

Kegiatan dimulai pukul 20.00 WIB dan dihadiri oleh BPD, perangkat desa, pengurus BUMDes, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perwakilan lembaga desa.

Baca juga: Tingkatkan Minat Belajar Matematika, Mahasiswa Unitri Perkenalkan Papan Perkalian Inovatif

Musdes dibuka secara resmi oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Bantal, Hepi Widarto.

Dalam sambutannya, Ketua BPD menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas pengelolaan BUMDes sebagai salah satu pilar penguatan ekonomi desa.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Camat Asembagus Faishol Afandi, SH.

Dalam arahannya, beliau mengapresiasi upaya Pemerintah Desa dan Pengurus BUMDes yang terus berkomitmen membangun usaha desa, meskipun pada tahun anggaran 2025 masih berada pada tahap pengembangan dan investasi.

Selanjutnya, Pendamping Desa, Zainul Arifin, SH memberikan pengarahan terkait tata kelola BUMDes, penguatan manajemen usaha BUMDesa, serta pentingnya perencanaan usaha yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal desa.

Agenda utama Musdes yaitu penyampaian laporan pertanggungjawaban BUMDes Tahun Anggaran 2025 disampaikan oleh Direktur BUMDes Bantal Mandiri, Puryadi.

Dalam laporannya, dijelaskan bahwa pada Tahun 2025 BUMDes masih berfokus pada proses pembangunan unit usaha dan investasi, usaha dan investasi di fokuskan pada Pembangunan sarana dan prasarana Samir Rafting, disamping itu juga ada usaha Perkebunan tebu dan juga ketahanan pangan yang berfokus pada penanaman jagung.

Baca juga: H. Junaedi, Kepala Desa Ponggok Dilantik Sebagai Ketua DPP APDESI

"Sehingga belum menghasilkan keuntungan Pada kesempatan yang sama," kata Direktur BUMdesa.

Direktur BUMDes juga memaparkan rencana kerja Tahun 2026, khususnya pengembangan unit usaha wisata Samir Rafting yang akan menjadi salah satu program unggulan BUMDes Desa Bantal.

"Rencana ini diharapkan mampu mendorong peningkatan pendapatan desa, membuka lapangan kerja, serta menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar," ungkapnya.

Rangkaian acara berikutnya yaitu sesi diskusi dan tanya jawab, di mana peserta Musdes memberikan masukan, saran, dan dukungan terhadap rencana pengembangan BUMDes ke depan, Arifin salah satu peserta dari Musdes memberikan masukan yaitu tentang usaha yang saat ini sudah dilakukan oleh BUMDes Bantal Mandiri sudah sangat baik tinggal menunggu hasil dan

Baca juga: Tahun 2026, Prabowo Targetkan Pembangunan 1.000 Desa Nelayan

Langkah pengurus berikutnya, peserta Musdes berikutnya yang memberikan yaitu Mardi Untung, Warga yang berasal dari Kp Selatan ini menegaskan bahwa Wisata Samir Rafting jika ingin di aktifkan lagi harus memperhatikan kebersihan lingkugan.

"Artinya untuk menarik pelancong dari luar sampah – sampah yang ada di sekitar Sungai terlebih dahulu harus dibersihkan, disamping itu warga yang ada di sekitar sungai harus ditertibkan tidak lagi membuang sampah ke Sungai, sehingga Sungai tak lagi dicemari dengan berbagai macam limbah atau sampah," kata Arifin.

Sesi akhir dari Acara Musdes ini yaitu Penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Musdes, Dengan terselenggaranya Musdes Pertanggungjawaban ini, diharapkan pengelolaan BUMDes Bantal Mandiri semakin transparan, profesional, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Desa Bantal. 

Pewarta Zainul Arifin (Pendamping Desa Asembagus Kabupaten Situbondo). (ries/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru