Panen Perdana Melon BUM Desa Bakung, Dana Desa Rp270 Juta Berbuah Manis hingga 5 Ton

Reporter : Rio Rolis
BUM Desa Lancar Usaha Bakung, Desa Bakung, Kec. Udanawu, Kab. Blitar, sukses melaksanakan panen perdana melon, Rabu, (4/02/2026), dari program budidaya hortikultura green house didanai DD Tahun Anggaran 2025. (Foto TPP Blitar for JatimUPdate.id)

Blitar, JatimUPdate.id – Pemanfaatan Dana Desa yang dikelola secara produktif kembali membuahkan hasil nyata.

BUM Desa Lancar Usaha Bakung, Desa Bakung, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, sukses melaksanakan panen perdana melon, Rabu, (4/02/2026), dari program budidaya hortikultura berbasis green house yang didanai melalui Dana Desa Tahun Anggaran 2025.

Baca juga: H. Junaedi, Kepala Desa Ponggok Dilantik Sebagai Ketua DPP APDESI

Kegiatan panen perdana tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Blitar dan Wakil Bupati Blitar, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa).

Program budidaya melon ini didukung anggaran sekitar Rp270 juta yang digunakan untuk membangun dan mengelola tiga unit green house di atas lahan sewa milik warga desa.

Masing-masing green house berukuran 10,5 x 50 meter, dengan kapasitas tanam 1.100–1.200 pohon, sehingga total tanaman melon yang dibudidayakan mencapai sekitar 3.300 pohon.

Direktur BUM Desa Lancar Usaha Bakung, M Ainul Huda Alhaq, menjelaskan bahwa dari satu kali masa tanam, produksi melon diperkirakan mencapai 4 hingga 5 ton.

Baca juga: Dana Desa dan KDMP: Polemik Baru di Tingkat Desa, Ketua Organisasi Desa Akan Gelar Rapat Bahas Kebijakan Baru

Hasil panen tersebut dipasarkan dengan harga kisaran Rp18.000–Rp19.000 per kilogram, tergantung kualitas dan ukuran buah.

“Jenis melon yang kami tanam adalah varietas Intanon, dengan sistem pemupukan semi organik. Pengelolaan menggunakan green house memungkinkan pengendalian cuaca dan hama, sehingga kualitas buah lebih terjaga dan produktivitas lebih optimal,” ujarnya.

Selain menghasilkan komoditas bernilai ekonomi, program ini juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa melalui skema sewa lahan warga untuk pembangunan green house. Dengan demikian, BUM Desa tidak hanya berorientasi pada keuntungan usaha, tetapi juga memperluas dampak ekonomi bagi warga sekitar.

Baca juga: Eks Menkes Siti Fadilah Supari Usul Pajang Daftar Penerima PBI di Desa

Kepala Desa Bakung, Muhammad Soib, menyampaikan bahwa panen perdana ini merupakan bukti bahwa Dana Desa dapat menjadi instrumen strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi desa apabila dikelola secara terencana dan profesional.

“Panen perdana ini menjadi tonggak awal. Target kami, BUM Desa mampu tumbuh sebagai unit usaha yang berkelanjutan dan memberi kontribusi nyata bagi pendapatan desa maupun kesejahteraan warga,” tegas Kades Bakung.

Panen perdana melon ini menandai transformasi pengelolaan Dana Desa dari sekadar belanja pembangunan menuju investasi ekonomi desa yang produktif. Jika dikelola secara konsisten, Desa Bakung berpeluang berkembang menjadi salah satu sentra melon unggulan berbasis BUM Desa di Kabupaten Blitar. (rio/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru