Kota Batu, JatimUPdate.id —Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kota Batu terus digenjot sebagai bagian dari upaya mendukung penguatan ekonomi desa.
Baca juga: Mendes Dorong Pertumbuhan Kopdes, Minimarket Diminta Stop Ekspansi
Pemerintah Kota Batu menegaskan, koperasi ini dirancang untuk memperkuat ekosistem ekonomi lokal tanpa mengganggu usaha masyarakat yang telah ada.
Sebanyak 15 dari 24 desa dan kelurahan di Kota Batu telah memulai pembangunan KDMP, menjadikannya bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) yang diinisiasi oleh pemerintah pusat.
Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk menjadikan koperasi sebagai tulang punggung perekonomian desa.
Wali Kota Batu, Nurochman, menyampaikan penegasan ini saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gerai KDMP Desa Beji, Kecamatan Junrejo, pada Kamis (5/2/2026). Ia menekankan bahwa pengelolaan koperasi harus dilakukan secara profesional, berbasis potensi lokal, dan tetap menjaga harmoni dengan usaha warga lainnya.
“Koperasi ini harus memperkuat ekonomi desa, bukan mematikan usaha masyarakat. Pengelolaan yang matang, profesional, dan berbasis potensi desa adalah kunci keberhasilan KDMP,” ujar Nurochman, yang akrab disapa Cak Nur.
Dalam operasionalnya, KDMP diarahkan untuk menjadi pusat distribusi bahan pokok, pupuk, serta hasil pertanian dan peternakan. Bahkan, koperasi ini dirancang untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah inisiatif pemerintah untuk menyerap hasil produksi lokal secara optimal.
Cak Nur juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam tata kelola koperasi. Menurutnya, anak muda memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan teknologi modern ke dalam sistem manajemen KDMP. Di sisi lain, tokoh dan senior desa tetap dilibatkan untuk menjaga nilai kebersamaan dan kearifan lokal.
“Generasi muda harus dilibatkan agar koperasi mampu beradaptasi dengan teknologi modern, sementara tokoh desa berperan menjaga nilai-nilai tradisional,” kata Cak Nur.
Baca juga: Wujudkan Kota Wisata Modern, Penataan Alun-Alun Kota Batu Dimulai
Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menambahkan bahwa KDMP merupakan bagian dari program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat desa. Salah satu fokus utamanya adalah memotong rantai distribusi agar bahan pokok dan pupuk dapat diakses dengan lebih mudah dan harga yang terjangkau.
“KDMP ini hadir untuk kepentingan masyarakat. Fokus utamanya adalah memastikan kebutuhan petani dan masyarakat terpenuhi dengan lebih efisien,” jelas Heli.
Sebagai solusi atas kelangkaan pupuk dan lonjakan harga bahan pokok yang kerap terjadi, KDMP akan bekerja sama dengan BUMN dan terintegrasi dengan berbagai program pendukung pemerintah lainnya.
Selain itu, Pemkot Batu juga merencanakan pembangunan laboratorium pertanian di Desa Sumberbrantas. Fasilitas ini akan digunakan untuk mendukung pengembangan komoditas unggulan, khususnya sayuran, yang menjadi salah satu kekuatan utama wilayah tersebut.
Cak Nur menegaskan bahwa keberhasilan KDMP sangat bergantung pada tata kelola yang terukur dan kemampuan pengurus untuk memahami kondisi riil desa. Ia menekankan bahwa koperasi harus menjadi mitra bagi usaha warga yang telah ada, bukan menjadi pesaing.
Baca juga: Pemerintah Pastikan Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Tak Ganggu Pembangunan Desa
“Melalui langkah ini, kami berharap KDMP tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi benar-benar menjadi instrumen penggerak ekonomi desa yang adil, berkelanjutan, dan berpihak pada masyarakat,” tutup Cak Nur.
Kehadiran KDMP di Kota Batu menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa secara berkelanjutan.
Dengan melibatkan teknologi modern, generasi muda, dan tokoh masyarakat, koperasi ini diharapkan mampu menjadi penggerak utama ekonomi lokal tanpa mengganggu usaha yang telah berjalan.
Inisiatif ini tidak hanya mendukung kesejahteraan petani dan masyarakat desa, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang terintegrasi.
Dengan pembangunan berkelanjutan seperti ini, Kota Batu terus memantapkan diri sebagai salah satu wilayah percontohan dalam penguatan ekonomi berbasis desa. (dek/mmt)
Editor : Miftahul Rachman