Jelang Imlek dan Ramadan, Mbak Wali Pastikan Harga Bahan Pokok di Pasar Pahing Terkendali

Reporter : Umamul Hoir
Walikota Kediri, Vinandha Prameswati, turun langsung meninjau harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Pahing.

 


Kota Kediri, JatimUPdate.id – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati turun langsung meninjau harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Pahing.

Baca juga: Tergugat Mangkir, Sidang Gugatan Nenek 72 Tahun Ditunda

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat aman serta harga tetap terjangkau menjelang perayaan Imlek dan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Dalam kunjungannya, Vinanda menegaskan pemerintah daerah berupaya menjaga stabilitas pasokan dan harga agar tidak memberatkan masyarakat.

"Kita ingin memastikan kebutuhan pokok masyarakat aman karena ini menjelang Imlek dan Puasa Ramadhan. Kemudian kita juga ingin memastikan bahwa harga bahan pokok di sini stabil. Artinya dijual dengan harga yang terjangkau, dan ketika melonjak ini tidak merugikan masyarakat," ujar Walikota Kediri, Selasa (10/02/2026).

Dari hasil pemantauan di lapangan, Wali Kota Kediri mencatat adanya kenaikan pada sejumlah komoditas pangan. Bawang merah dan cabai menjadi komoditas yang mengalami lonjakan harga cukup signifikan. Harga cabai tercatat telah menyentuh Rp90.000 per kilogram.

Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Kediri menyiapkan sejumlah langkah antisipasi.

Pemantauan harga akan dilakukan secara rutin, disertai koordinasi dengan produsen dan distributor. Vinanda menyebutkan, beberapa produsen menyampaikan adanya gagal panen akibat musim penghujan yang turut memengaruhi pasokan.

Baca juga: Persik Kediri Siap Tempur Lawan Persib, Reina Sesalkan Stadion Tak Bisa Penuh

"Tidak menutup kemungkinan kami akan melakukan OPM agar harga kebutuhan pokok ini tetap stabil. Intinya jangan sampai masyarakat merasa dirugikan karena ada lonjakan harga yang cukup signifikan. Nanti OPM seperti biasa menjual bahan-bahan pokok dan komoditas yang diperlukan," jelasnya.

Selain memantau harga, Vinanda juga melakukan pemeriksaan terhadap takaran minyak goreng yang beredar di pasar.

Dari hasil pengecekan, ditemukan satu produk minyak goreng yang volumenya tidak sesuai ketentuan.

"Kalau kita cek ada kecurangan ya kami akan lakukan penegakan hukum. Tadi kita cek 4 minyak dimana produsennya beda-beda. Ada 3 minyak yang aman dan 1 minyak kurang 20 mili," ungkapnya.

Baca juga: Dianggap Lawan Berbahaya, Persib Bandung Siap Hadapi Persik Kediri

Temuan tersebut akan ditindaklanjuti dengan pemantauan lanjutan pada produk dengan merek serupa di lokasi lain.

Apabila kembali ditemukan ketidaksesuaian, Pemerintah Kota Kediri akan melakukan langkah terhadap distributor maupun produsen terkait.

Dalam kesempatan itu, Vinanda juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Ia menegaskan pemerintah akan terus berupaya menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok sehingga masyarakat dapat berbelanja sesuai kebutuhan.(mam/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru