Kiai Zuhri Zaini Bedah Karakter Ulama Akhirat di Pengajian Ramadan Nurul Jadid

Reporter : Ponirin Mika
Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini (Foto Humas Ponpes Nurul Jadid for JatimUPdate.id)

 

Paiton, Probolinggo, JatimUPdate.id– Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, resmi memulai rangkaian kegiatan pengajian Ramadan yang dikenal dengan istilah Khotmil Kutub.

Baca juga: Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Dua Fungsi Pendidikan, Wariskan Nilai dan Siapkan Khalifah Masa Depan

Kegiatan tahunan ini diselenggarakan secara serentak di berbagai titik strategis pesantren, mulai dari masjid, musala, hingga asrama wilayah.

Pada sesi pengajian perdana, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini, hadir mengampu kitab Nashoihud Diniyah.

Dalam uraiannya, Kiai Zuhri memberikan penekanan mendalam mengenai distingsi antara ulama akhirat dan ulama dunia.

Kiai Zuhri menuturkan bahwa karakteristik utama ulama akhirat adalah mereka yang tidak menjadikan kesenangan duniawi sebagai orientasi hidup.

Sebaliknya, mereka memandang kesenangan akhirat sebagai tujuan yang abadi.

"Jika kita menjadikan kesenangan dunia sebagai tujuan, pasti akan kecewa," tegas beliau di hadapan para santri.

Baca juga: Kiai Zuhri Zaini Tekankan Pentingnya Menghadirkan Hati

Selain membahas orientasi hidup, Kiai Zuhri juga menyampaikan beberapa poin esensial bagi pengembangan diri santri dan masyarakat:

Beliau mendorong jamaah untuk hidup mandiri dan tidak menggantungkan harapan kepada sesama manusia. Harapan sepenuhnya harus disandarkan hanya kepada Allah SWT.

Alih-alih menyalahkan pihak lain atas suatu keadaan, Kiai Zuhri mengajak setiap individu untuk rajin berintrospeksi guna mengenali kekurangan diri sendiri.

Menghadapi fenomena stres yang marak terjadi, beliau mengingatkan bahwa segala kejadian adalah takdir Allah yaitu; Menyerahkan segala urusan kepada Sang Pencipta dianggap sebagai kunci agar manusia tidak larut dalam kesedihan saat menghadapi hal yang tidak disukai.

Baca juga: Alfamart Konsisten Hadirkan Program Sosial Tahunan Warteg Gratis Ramadan 2026

Menariknya, Kiai Zuhri juga mengulas relevansi harta, kedudukan, dan kekuasaan. Menurut beliau, hal-hal tersebut tetap merupakan kebutuhan hidup yang penting, namun tidak boleh dicintai secara berlebihan hingga melalaikan tujuan akhirat.

Terkait kepemimpinan, beliau menegaskan bahwa pemimpin adalah elemen krusial untuk mencegah terjadinya kekacauan atau hukum rimba.

"Penguasa yang benar-benar ingin menyejahterakan rakyat dan taat pada aturan memiliki derajat yang tinggi. Kelak, mereka akan dikumpulkan bersama para nabi di surga," pungkasnya.

Kegiatan Khotmil Kutub ini diharapkan menjadi sarana bagi santri dan masyarakat untuk memperdalam khazanah keislaman sekaligus memperkuat spiritualitas selama bulan suci Ramadan. (pm/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru