SMA Al Muslim Dorong Kesadaran Lingkungan Lewat Brand Audit Sampah Plastik

Reporter : Imam Hambali
SMA Al Muslim menggelar kegiatan brand audit sampah plastik bekerja sama dengan Ecoton (Ecological Observation and Wetlands Conservation) dalam rangka menyambut program Sekolah Bersih, Ramadan Hijau, sekaligus memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2026

 

Sidoarjo, JatimUPdate.id - SMA Al Muslim menggelar kegiatan brand audit sampah plastik bekerja sama dengan Ecoton (Ecological Observation and Wetlands Conservation) dalam rangka menyambut program Sekolah Bersih, Ramadan Hijau, sekaligus memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2026.

Baca juga: Aksi Balap Liar Diamankan di Arteri Porong Sidoarjo, Polisi Panggil Orang Tua Pelaku

Kegiatan brand audit dilakukan di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Al Muslim. Tujuannya untuk mengungkap dominasi kemasan plastik sekali pakai dengan menelusuri jejak industri di balik sampah yang selama ini kerap luput dari perhatian warga sekolah.

Langkah ini menjadi wujud komitmen sekolah dalam menumbuhkan kesadaran kolektif menjaga lingkungan, sekaligus mendukung gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) sebagaimana dianjurkan Gubernur Jawa Timur.

Sebanyak kurang lebih 40 kader lingkungan dari jenjang SD, SMP, hingga SMA Al Muslim dilibatkan secara langsung. Mereka berkolaborasi mengumpulkan, memilah, serta mencatat merek-merek sampah plastik yang ditemukan dalam tumpukan sampah sekolah.

Dari proses tersebut, terkumpul 357 potong sampah plastik dari berbagai merek. Para siswa kemudian menganalisis jenis serta produsen kemasan plastik yang paling banyak dihasilkan dari aktivitas konsumsi sehari-hari di lingkungan sekolah.

Melalui brand audit, siswa tidak hanya diajak melihat sampah sebagai limbah semata, tetapi juga memahami adanya jejak produksi dan tanggung jawab produsen di balik setiap kemasan.

Edukasi ini diharapkan membentuk pola pikir kritis terhadap budaya konsumsi dan penggunaan plastik sekali pakai.

Sebelum praktik audit dilakukan, tim Ecoton memberikan edukasi terkait dampak sampah plastik terhadap kesehatan manusia dan ekosistem.

Plastik yang tidak terkelola dengan baik dapat terurai menjadi mikroplastik yang mencemari tanah, air, bahkan masuk ke rantai makanan manusia.

Baca juga: Truk Boks Tabrak Dump Truck di By Pass Balongbendo Sidoarjo, Satu Tewas di Lokasi

Selama kegiatan berlangsung, para siswa dibagi dalam beberapa kelompok kecil. Setiap kelompok bertugas mendata dan mengklasifikasikan temuan berdasarkan jenis kemasan, merek, serta jumlahnya.

Data yang terkumpul kemudian dianalisis bersama untuk melihat pola konsumsi dan jenis kemasan yang paling dominan.

Hasil analisis tersebut diharapkan menjadi dasar kampanye pengurangan sampah plastik sekali pakai di lingkungan sekolah.

Program ini juga akan diperkuat dengan kebijakan penggunaan botol minum dan alat makan pribadi, serta optimalisasi bank sampah sekolah.

Kepala SMA Al Muslim, Mahmudah, mengatakan kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini kepada siswa.

Baca juga: Jalan Embong Kali Krian Sidoarjo Rusak dan Berlubang

“Kalau kita sadar sampah itu masalah, kita bisa mencari solusi. Karena itu perlu dikenalkan sejak dini. Cara paling efektif adalah mengurangi sampah plastik sekali pakai, menggunakan botol minum dan alat makan pribadi, serta memperkuat program bank sampah sekolah,” ujar Mahmudah dalam keterangannya, Jumat (20/2/2026).

Mahmudah menambahkan, pelaksanaan kegiatan yang bertepatan dengan menyongsong bulan Ramadan memiliki makna tersendiri.

“Ramadan adalah momentum membersihkan hati dan fisik. Tentu saja, lingkungan juga harus kita bersihkan. Kesadaran menjaga bumi adalah bagian dari ibadah,” katanya.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif berdiskusi, mencatat temuan, hingga menyampaikan pendapat terkait solusi pengurangan sampah plastik di sekolah.

Pesan utama yang diusung adalah ajakan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dimulai dari diri sendiri, khususnya selama Ramadan. SMA Al Muslim berkomitmen memperkuat budaya peduli lingkungan demi terwujudnya sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.(ih/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru