Bondowoso, JatimUPdate.id – Ambrolnya Jembatan Sentong di Nangkaan membuat akses warga terhenti total. Bagian sisi barat jembatan ambruk setelah hujan dengan curah tinggi pada Senin (23/02/2026), sehingga pejalan kaki maupun kendaraan harus menggunakan jalur alternatif yang disediakan.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan keselamatan warga menjadi prioritas. Jembatan yang berusia lebih dari 100 tahun memang sudah rapuh, dan hujan deras memperparah kondisi strukturnya.
Baca juga: Bondowoso Digital Days 2026 Resmi Diluncurkan, Pemkab Genjot ETPD dan Ekonomi Digital Daerah
Meski sebagian warga mengusulkan jembatan darurat dari bambu, pemerintah menilai hal itu berisiko tinggi karena area terdampak pelebaran dan penggalian.
Baca juga: Dana Desa Terbatas, Musdes Suco Lor Fokus Susun Program Super Prioritas 2027
“Kalau hanya untuk pejalan kaki pun tetap tidak memungkinkan. Jadi harus ditutup total demi keselamatan,” tegas Emil.
Pemkab Bondowoso menyiapkan perbaikan jalan alternatif, sementara Pemprov Jatim mendukung lewat program bantuan aspal. Pengamanan sementara dilakukan oleh Satpol PP, TNI, dan Polri, termasuk pembatasan area rawan dan pengaturan arus kendaraan.
Baca juga: Disdik Bondowoso Kawal MPLS Ramah 2026, Pastikan Sekolah Aman, Nyaman dan Ramah Anak
Masyarakat diimbau bersabar selama pembangunan berlangsung sekitar 8 bulan, demi jembatan yang kokoh dan aman. Emil berharap jembatan baru bisa menjadi aset jangka panjang bagi warga Bondowoso. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat