Kemiskinan dalam Perspektif Utuh : Menelaah Upaya Pemerintahan Prabowo - Gibran

Reporter : Redaksi
Ilustrasi

 

Oleh Dewi Soraya Tambusai

Baca juga: Pemkab Tuban Gelar FGD, Upaya Penurunan Kemiskinan

 

Jakarta, JatimUPdate.id - Redaksi JatimUPdate.id menemukan tulisan opini ini di salah satu grup wa, karena dinilai cukup strategis dan memberikan makna serta pencerahan maka opini tulisan ini berkenan untuk ditayangkan dan dipublikasikan.

Selamat membaca dan menikmati

___________

Di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, arah kebijakan (berdasarkan program yang sedang/direncanakan berjalan) mencoba menyentuh poin-poin yang sering disebut :
1. Ketimpangan kesempatan (lahir tidak sama)
Upaya pemerintah :
- Program bantuan sosial (PKH, bansos sembako)
- Bantuan langsung untuk keluarga miskin ekstrem

Tujuannya : supaya yang dari bawah tetap punya “titik awal” untuk bertahan dan naik

2. Akses pendidikan & skill
Upaya pemerintah :
- Program KIP (Kartu Indonesia Pintar)
- Sekolah rakyat / sekolah gratis
- Pelatihan kerja & vokasi

Tujuannya: memperluas akses pendidikan, walau kualitas & pemerataan masih jadi tantangan

Baca juga: Demokrasi Turunkan Ketimpangan

3. Kondisi ekonomi & lapangan kerja
Upaya pemerintah :
- Hilirisasi industri (biar buka lapangan kerja dalam negeri)
- Program makan bergizi gratis (juga dorong ekonomi lokal)
- Dukungan UMKM & usaha kecil

Tujuannya : menciptakan lebih banyak pekerjaan dan perputaran ekonomi

4. Keadaan tak terduga (PHK, sakit, dll)
Upaya pemerintah :
- BPJS Kesehatan
- Bantuan sosial saat krisis
- Program perlindungan sosial

Tujuannya: jadi “jaring pengaman” saat orang jatuh

5. Sistem & kebijakan
Upaya pemerintah :
- Pemberantasan korupsi & pengawasan anggaran
- Digitalisasi bantuan (biar lebih tepat sasaran)
- Pembangunan infrastruktur ke daerah

Baca juga: Melihat Upaya Pengentasan Kemiskinan Malang Raya

Tujuannya : memperbaiki sistem agar lebih adil dan merata

Kesimpulan :
- Program sudah ada dan menyasar semua faktor
- Tapi hasilnya belum sempurna dan butuh waktu
Karena :
- Indonesia luas & tidak merata
- Masih ada kebocoran/ketidaktepatan
- Mental & kesiapan SDM juga berpengaruh

Pemerintah sudah membuka jalan, tapi tidak semua orang berjalan di jalur yang sama mulusnya.

Kemiskinan bukan sekadar soal malas atau rajin, tapi soal bagaimana kesempatan, sistem, dan usaha bertemu di waktu yang tepat.

Fanspage 
https:https://www.facebook.com/share/1D9nTJ36ew/

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru