Surabaya, JatimUPdate.id - Pimpinan DPRD Surabaya, Arif Fathoni meyakini work from home (WFH) setiap Jum'at tidak akan menghambat pelayanan publik di kota Pahlawan karena sudah berbasis digital.
"Karena memang sebagian besar layanan publik di kota Surabaya itu sudah berbasis digital," kata Fathoni, Jum'at (3/4).
Baca juga: DPRD Respons Polemik Mutasi Lurah Tambak Wedi: Abdi Negara Butuh Pengabdian di Berbagai Bidang
Selain itu, papar Fathoni Pemkot juga pernah melakukan program tersebut saat serangan pandemi Covid-19.
Saat itu kata Fathoni layanan Pemkot Surabaya berjalan optimal, dan tidak ada kendala apapun.
"ASN di lingkungan pemerintah kota Surabaya juga sudah pernah melaksanakan itu, pada waktu pandemi Covid-19 menyerang Indonesia tahun 2020," tutur Fathoni.
Baca juga: Kompak Warga Tolak Mutasi Lurah Tambak Wedi, Desak Eri Cahyadi Kembalikan Jabatan
Fathoni menegaskan, layanan digital itu sudah diterapkan sejak lama. Sehingga ASN di lingkungan Pemkot tidak butuh adaptasi melaksanakan WFH.
Sebab tambah eks Ketua DPD Partai Golkar Surabaya tersebut infrastrukturnya sudah tersedia.
"Kuncinya karena digitalisasi layanan itu sudah diperlakukan lebih dulu, sehingga ASN di kota Surabaya tidak mendapatkan hambatan berarti melayani permohonan masyarakat karena memang semuanya sudah berbasis online," urai Arif Fathoni.
Baca juga: SiLPA Tembus Rp516 Miliar, DPRD Surabaya Soroti Rendahnya Serapan Anggaran
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot Surabaya akan mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah pusat, dengan penyesuaian kegiatan di lapangan.
"Kalau pemerintah pusat WFH-nya Jumat, ya kita akan ikut Jumat. Tapi Jumatnya tetap ada kerja bakti ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Setelah kerja bakti bisa pulang, tapi tetap kerja bakti," ujar Eri. (Roy).
Editor : Miftahul Rachman