Surabaya, JatimUPdate.id – Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Ajeng Wira Wati mendukung rencana penambahan tiga lokasi negeri PAUD tahun ajaran 2026/2027.
Ajeng menganggap pembangunan tiga lokasi PAUD tersebut sangat penting untuk memperluas akses pendidikan anak usia dini.
Baca juga: Buleks Dorong Rusunami Satu Orang Satu Unit, Soroti Kos Mewah Berkedok Hotel
"Utamanya Gamis dan Pramis, anak berkebutuhan khusus/pendidikan luar biasa usia PAUD," kata Ajeng, kepada JatimUPdate, Rabu (8/4).
Ajeng mengingatkan tiga lokasi PAUD itu mampu menjawab kebutuhan warga.
Pasalnya sebut ketua Fraksi Gerindra itu, banyak masyarakat yang akses pendidikannya masih terbatas.
"Di kawasan padat penduduk diperhatikan aksesnya," jelas Ajeng.
Ajeng menekankan, program ini tidak cuma berhenti pada pembangunan fisik. Namun anak usia dini dipastikan terlayani.
Ajeng juga menyoroti pentingnya pemetaan kawasan agar lokasi yang dipilih sesuai kebutuhan di lapangan.
Baca juga: Terima 18 PSU, Aning Ingatkan Pemkot: Kondisinya Harus Baik dan Terbangun
“Aksesnya harus merata dijangkau lapisan masyarakat bawah,” ujar Ajeng.
Ajeng juga menyoroti pentingnya pemetaan wilayah agar lokasi yang dipilih benar-benar sesuai kebutuhan, bukan cuma jumlah.
Selain itu, ia mendorong Pemkot Surabaya menjaga kualitas layanan pendidikan negeri maupun swasta.
"Agar tetap setara tak menimbulkan kesenjangan," tegasnya.
Baca juga: DPRD Surabaya Terima Surat PAW, Anas Karno Gantikan Almarhum Adi Sutarwijono
Ajeng memastikan, Komisi akan melakukan pengawasan terhadap program tersebut, termasuk terkait kesiapan sarana, tenaga pendidik.
"Hingga keberlanjutan operasionalnya," urai Ajeng Wira Wati.
Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani, mengatakan langkah tersebut untuk memastikan tidak ada anak Surabaya yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan dasar.
"Sejalan dengan kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun, kami didukung Pemkot Surabaya bergerak cepat memperluas akses pendidikan berkualitas bagi MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) dengan melakukan pemetaan aset untuk difungsikan sebagai PAUD negeri," ujar Bunda Rini, Senin (6/4). (roy)
Editor : Miftahul Rachman