Soal Temuan Skabies Hewan Kurban, Legislator PDIP Desak Kelurahan Aktif berkoordinasi dengan DKPP

avatar Ibrahim
  • URL berhasil dicopy
Anas saat mengunjungi lapak pedagang hewan kurban, ist
Anas saat mengunjungi lapak pedagang hewan kurban, ist

Surabaya,JatimUPdate.id – Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Anas Karno, meminta pengawasan kesehatan hewan kurban di Kota Surabaya diperketat hingga tingkat kelurahan.

Seruan itu disampaikan menyusul temuan hewan kurban terindikasi skabies di salah satu lapak penjualan.

Menurutnya, temuan tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, utamanya kelurahan sebagai pemangku wilayah.

“Kelurahan jangan pasif. Harus aktif berkoordinasi dengan DKPP untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban secara intensif di lapak-lapak wilayah masing-masing,” kata Anas, Jum'at (22/5).

Politisi PDI Perjuangan itu menilai langkah preventif menjadi kunci utama agar penyebaran penyakit tidak meluas.

Ia menegaskan, pengawasan tidak hanya dilakukan setelah ada temuan kasus.

Namun kata Anas harus dilakukan sejak awal saat hewan masuk ke Surabaya hingga proses penjualan kepada masyarakat.

“Temuan hewan terindikasi skabies ini harus menjadi alarm bersama. Pencegahan harus diutamakan supaya penularan bisa segera dicegah dan masyarakat merasa aman saat membeli hewan kurban,” tegasnya.

Anas juga meminta para pedagang hewan kurban kooperatif saat dilakukan pemeriksaan petugas kesehatan hewan.

Anas Karno berharap pengawasan yang dilakukan secara masif dan terkoordinasi dapat menjamin keamanan masyarakat Surabaya saat merayakan Iduladha nanti.

“Jangan sampai warga khawatir saat membeli hewan kurban. Kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya.

Sebelumnya, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya bersama tim gabungan menemukan satu hewan kurban terindikasi skabies.

Kepala DKPP Surabaya, Nanik Sukristina, mengatakan hewan tersebut langsung diisolasi agar tidak diperjualbelikan kepada masyarakat.

“Hingga saat ini, tim menemukan satu hewan yang terindikasi terkena skabies. Hewan tersebut langsung diperiksa dan diisolasi agar tidak ikut diperjualbelikan kepada masyarakat,” kata Nanik. (*)