Bekali Calon Pengurus, Biktren Putri Nurul Jadid Gelar Manajemen Pengasuhan Santri

avatar Ponirin Mika
  • URL berhasil dicopy
Wakil Kepala Biro Kepesantrenan Putri Pondok Nurul Jadid, Ning Mamnuhatur Rohmah, tengah memberikan pengarahan.(Foto Humas Ponpes Nurul Jadid for JatimUPdate.id)
Wakil Kepala Biro Kepesantrenan Putri Pondok Nurul Jadid, Ning Mamnuhatur Rohmah, tengah memberikan pengarahan.(Foto Humas Ponpes Nurul Jadid for JatimUPdate.id)

 

Paiton, Probolinggo, JatimUPdate.id - Biro Kepesantrenan (Biktren) Putri Pondok Pesantren Nurul Jadid kembali menggelar kegiatan Manajemen Pengasuhan Santri (MPS) di Aula II Pesantren Nurul Jadid, Kamis(21/05/2026).

Kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh calon pengurus dan waliasuh sebagai pembekalan strategis sebelum mereka resmi mengemban tugas pengasuhan.

Wakil Kepala Biro Kepesantrenan Putri, Ning Mamnuhatur Rohmah, menegaskan bahwa agenda MPS inimerupakan sarana krusial, khususnya bagi kalangan mahasiswi, untuk memetakankarakter dan memahami dinamika kehidupan santri sejak dini.

“Harapannya, melaluikegiatan ini mahasiswi yang nantinya menjadi pengurus dapat memahami karaktersantri dan siap menghadapi berbagai sikap santri yang akan dibina,” ujar perempuan yang akrab disapa Ning Mam tersebut.

Untuk menunjang profesionalitas kepengurusan, para peserta akan digembleng dengan serangkaian materi pokok, antara lain:

1. Manajemen Waktu: Pengaturan jadwal harianpengurus dan santri.

2. Problem Solving: Metode taktis penyelesaian masalah dilingkungan asrama.

3. Komunikasi Efektif: Pola interaksi persuasif antarapengurus dan santri.

4. Keterampilan Kepemimpinan (Leadership): Senimemimpin dan menjadi teladan.

Ning Mam juga mengingatkan agar para peserta meluruskan niat dan tidak terjebak padaformalitas administratif semata.

Menurutnya, pelatihan serupa di luar pesantrenmembutuhkan biaya yang sangat besar.

Selain aspek manajerial, ia menekankan pentingnya kematangan emosional dan pengendalian diri.

“Semakinbertambah usia seseorang, seharusnya semakin mampu menahan nafsunya demimencapai tujuan yang sedang diusahakan,” tambah Ning Mam.

Rangkaian pelatihan MPSi
ini dijadwalkan berlangsung dalam beberapa sesi dengan sistem hybrid, yakni kombinasi tatap muka secara luring (offline) dan daring (online).

Melalui program berkala ini, Biktren Putri berkomitmen mendongkrak kualitas sumber daya pengurus.

Langkah ini diharapkan mampu melahirkan pola pengasuhan santri yang lebihefektif, humanis, dan tetap berbasis pada nilai-nilai luhur kepesantrenan. (pm/yh)