KH. Moh. Zuhri Zaini: Mulai Makan dengan Bismillah agar Tidak Terputus Barokahnya
Paiton, Probolinggo, JatimUPdate.id - Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini, menekankan pentingnya menjaga adab dan etika dalam keseharian, khususnya saat makan.
Hal ini beliau sampaikan saat membedah Kitab Riyadhus Sholihin pada bab tata krama makan.
Dalam penjelasannya, Kiai Zuhri membedakan antara aturan formal (hukum) dan aturan informal (adab). Menurutnya, pelanggaran adab—seperti menunjuk sesuatu dengan kaki atau tangan kiri—mungkin tidak dijatuhi sanksi pengadilan, namun pelakunya akan menerima sanksi sosial dari masyarakat.
Kiai Zuhri menegaskan bahwa setiap perbuatan baik, termasuk makan, harus diawali dengan membaca Bismillah.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk syukur karena makanan merupakan rezeki dari Allah SWT sekaligus upaya menjemput keberkahan.
"Perbuatan-perbuatan baik termasuk makan harus dimulai dengan membaca bismillah. Jika tidak, maka akan terputus barokahnya," tegas beliau.
Beliau juga mengingatkan bahwa mengingat Allah tidak hanya dilakukan saat salat, tetapi juga dalam aktivitas duniawi seperti makan.
Jika seseorang lupa membaca doa di awal, maka sangat dianjurkan untuk membacanya di tengah-tengah saat teringat agar keberkahan tetap terjaga.
Mengutip hadis yang diriwayatkan dari Amr bin Abi Salamah, Kiai Zuhri merinci tiga poin utama adab makan sesuai arahan Rasulullah SAW:
1. Menyebut nama Allah (Bismillah).
2. Menggunakan tangan kanan.
3. Mengambil makanan yang paling dekat dengan posisi duduk.
Selain itu, Kiai Zuhri menjelaskan sisi kesehatan dalam adab makan.
Beliau mengimbau agar umat tidak makan terburu-buru (kesusu). Makanan sebaiknya dinikmati dan dikunyah hingga halus agar memberikan rasa nikmat dan mendukung kesehatan pencernaan.
Beliau juga memberikan pesan penutup mengenai pola konsumsi yang ideal: jangan makan sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang.
Menurutnya, makan dalam kondisi sudah kenyang justru akan menghilangkan nikmatnya makanan dan bisa berdampak kurang baik bagi tubuh. (pm/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat