Ngagel dan Tambak Wedi Jadi Lokasi Rusunami Gen Z Surabaya, HGB Selama 80 Tahun
Surabaya,JatimUPdate.id - Kabid Perumahan dan Permukiman DPRKPP kota Surabaya, Deisy Puspitarini menjabarkan, lokasi Rusunami untuk Gen Z ada di dua lokasi.
"Ada di Ngagel eks pabrik karung sama di Tambak Wedi, dan sudah ada calon investor," katanya, beberapa waktu lalu.
Ia memaparkan sistem Rusunami untuk Gen Z tersebut seperti apartemen. Dalam waktu dekat segera disosialisasikan kepada masyarakat.
"Ini adalah HGB diatas HPL dan ini nanti lahannya milik pemkot dan bangunannya HGB milik investor. Kemudian investor nanti akan mengunakan strata titel. Tapi hanya bangunan saja, dan tanahnya tanah milik pemkot." papar Deisy.
Ia memaparkan, sistem kepemilikan HGB Rusunami untuk Gen Z berlaku selama 80 tahun.
Rinciannya setelah 30 tahun pertama menempati rusun tersebut, pemilik akan mendapatkan perpanjangan 20 tahun.
Kemudian akan mendapatkan perpanjangan lagi selama 30 tahun ke depan.
"Dan itu ada jangka waktunya untuk menyewa lahan milik pemkot tadi, adalah 30 tahun, diperpanjang 20 tahun diperpanjang lagi 30 tahun. Jadi totalnya 80 tahun untuk HGB nya, nah itu yang perlu disampaikan ke calon pembeli. Jadi ini lahannya masih tetap lahan pemkot," tambah Deisy.
Ia menjelaskan, Rusunami Gen Z bertipe 21 akan mendapatkan subsidi bunga flat sebesar 5 persen.
Pun mendapatkan fasilitas FLPP (fasilitas liquiditas pembiayaan perumahan).
"Nah itu nanti bunganya 5 persen syaratnya dalam satu rusun itu tipe 21," ujarnya.
Deasy menyebut untuk tipe di bawah 21 tidak mendapatkan fasilitas FLPP. Namun harga jual Rp 11 juta per meter akan mendapatkan FLPP.
Kendati begitu kata Deisy angsuran perbulannya sesuai kebijakan Perbankan.
"Kalau di FLPP sendiri cicilannya maksimal 20 tahun, Kemudian bunganya tergantung perbankan bisa 10 persen biasanya kan 20 tapi ini bisa 10 persen. Tergantung perbankan," jelasnya.
Ia menjelaskan, ada beberapa Perbankan yang akan digandeng Pemkot untuk proyek Rusunami Gen Z.
Menurutnya Pemkot akan segera menindaklanjuti sekaligus berkoordinasi dengan pusat.
"Ini masih kita jajaki, kemarin yang sudah kita rangkul adalah bank Mandiri, BTN nanti kita kumpulan perbankan terkait rusunami." jelasnya. (*)
Editor : Miftahul Rachman