Kepala Kemenhaj Bondowoso : Yang Berangkat Tenang, yang di Rumah Juga Tenang

avatar M Aris Effendi
  • URL berhasil dicopy
Kepala Kantor Kemenhaj Bondowoso, Astono, saat memberikan keterangan terkait kesiapan dan pesan ketenangan bagi jemaah calon haji asal Bondowoso, Senin (4/5/2026).
Kepala Kantor Kemenhaj Bondowoso, Astono, saat memberikan keterangan terkait kesiapan dan pesan ketenangan bagi jemaah calon haji asal Bondowoso, Senin (4/5/2026).

 

 

Bondowoso, JatimUPdate.id, – Menjelang keberangkatan jemaah calon haji (JCH) asal Bondowoso menuju Tanah Suci, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Bondowoso, Astono, menyampaikan pesan khusus kepada para jemaah maupun keluarga yang ditinggalkan di rumah.

Menurutnya, salah satu kunci penting agar ibadah haji berjalan lancar adalah ketenangan hati dan kemampuan menghilangkan rasa khawatir berlebihan sebelum berangkat.

“Tidak perlu khawatir nanti di sana panas, tidak perlu khawatir tersesat, tidak perlu khawatir tertular penyakit, tidak perlu khawatir ketinggalan rombongan, dan tidak perlu khawatir ibadahnya tidak sah,” ujar Astono kepada JatimUPdate.id, Senin (4/5/2026).

Ia menegaskan, rasa was-was justru dapat memengaruhi kondisi fisik maupun mental jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Yang pertama itu menghilangkan kekhawatiran. Karena ketika khawatir dan was-was, penyakit justru bisa datang. Maka jemaah harus tenang,” katanya.

Selain kesiapan mental pribadi, Astono juga menekankan pentingnya kepedulian antarjemaah selama perjalanan ibadah haji.

Menurutnya, semangat saling membantu merupakan bagian dari memuliakan sesama tamu Allah SWT.

“Kalau melihat jemaah lain kesulitan, bantulah. Misalnya ada jemaah sepuh membawa barang berat, ya dibantu. Itu bagian dari ibadah juga,” jelasnya.

Ia menyebut, kebersamaan dan kepedulian antarsesama jemaah menjadi hal penting yang terus dibangun dalam pembinaan haji di Bondowoso.

“Yang bisa kita berikan kepada sesama tamu Allah itu kenangan indah. Ketika kita membantu orang lain, diri kita bahagia, orang yang dibantu juga lebih bahagia,” imbuhnya.

Tak hanya kepada jemaah, pesan khusus juga disampaikan kepada keluarga yang ditinggalkan di rumah agar tidak diliputi rasa cemas berlebihan selama anggota keluarganya menjalankan ibadah haji.

Astono meminta keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada Allah SWT dan mendukung keberangkatan jemaah dengan ketenangan hati.

“Yang berangkat harus tenang, yang di rumah juga harus tenang. Mereka itu tamu Allah dan dalam penjagaan Allah,” tegasnya.

Menurutnya, suasana batin yang tenang akan membuat ibadah haji lebih khusyuk dan penuh makna, baik bagi jemaah maupun keluarga yang menunggu di tanah air.

Dalam kesempatan itu, Astono juga mengingatkan agar tradisi doa bersama atau tasyakuran menjelang keberangkatan tidak sampai menjadi beban bagi jemaah.

Ia menyebut, ada sebagian masyarakat yang justru merasa terbebani karena harus menggelar acara besar sebelum keberangkatan.

“Kalau memang tidak siap, cukup sederhana saja bersama keluarga. Jangan sampai persiapan keberangkatan malah membuat tidak bahagia,” ujarnya.

Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, Kemenhaj Bondowoso berharap seluruh jemaah calon haji asal Bondowoso dapat menjalankan ibadah dengan lancar, sehat, dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur. (ries/mmt)