Dari Lapangan Hadang, Harapan Siswa Bondowoso Tumbuh di Pekan Pendidikan Berkah 2026

Reporter : M Aris Effendi
Siswa ikuti lomba hadang pada Pekan Pendidikan Berkah 2026 di Bondowoso, Kamis (9/4/2026). Permainan ini menjadi salah satu cabang menarik perhatian sekaligus melatih kekompakan,

 

Bondowoso, JatimUPdate.id – Sorak sorai menggema di lapangan saat tim hadang saling beradu strategi dalam gelaran Pekan Pendidikan Berkah 2026.

Baca juga: Uji Calon Kepsek Berbasis Kasus Nyata, Disdik Bondowoso Siapkan Solusi Krisis Kepemimpinan Sekolah

Di bawah terik matahari, semangat para pelajar tetap menyala, berlari, menghindar, dan menjaga garis demi meraih kemenangan.

Di antara mereka, Aufa, siswi asal Kecamatan Wonosari, tampak sumringah usai timnya berhasil meraih kemenangan. Keringat yang membasahi wajahnya tak mampu menyembunyikan rasa bangga.

“Alhamdulillah senang bisa ikut dan bisa menang. Harapannya bisa memberikan hasil terbaik untuk Wonosari,” ujar Aufa saat ditemui di sela pertandingan, Kamis (9/4/2026).

Permainan hadang atau gobak sodor menjadi salah satu daya tarik dalam ajang ini. Di tengah dominasi olahraga modern, permainan tradisional tersebut justru menghadirkan suasana kebersamaan, kekompakan, sekaligus sportivitas di antara para pelajar.

Tak hanya soal kemenangan, nilai-nilai itulah yang ingin dibangun. Pelatih sekaligus koordinator kontingen Wonosari, Andre, mengaku bangga melihat semangat para siswa yang bertanding.

“Ini bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana mereka berani tampil dan berproses,” katanya saat ditemui di lokasi yang sama.

Menurutnya, ajang seperti ini penting untuk membentuk mental bertanding siswa, sekaligus menanamkan nilai sportivitas sejak dini.

Adaptasi Aturan Jadi Tantangan

Di sisi lain, Andre juga mengapresiasi penyelenggaraan lomba yang dinilai mampu menghidupkan kembali olahraga tradisional di kalangan pelajar.

Namun demikian, ia mengakui adanya tantangan dalam penerapan aturan permainan yang digunakan. Meski memiliki kemiripan dengan gobak sodor, dalam ajang ini aturan yang digunakan mengacu pada standar nasional, sehingga para atlet perlu beradaptasi.

Baca juga: Kajari Bondowoso dari Lini Intelijen, David Palapa Duarsa Datang dengan Misi Pengamanan Aset dan Proyek Strategis

“Secara konsep memang mirip gobak sodor, tapi aturan yang dipakai sudah standar nasional. Jadi anak-anak harus menyesuaikan lagi,” jelasnya.

Jadwal Serentak Jadi Evaluasi

Andre juga menyoroti pelaksanaan lomba yang digelar bersamaan dengan cabang olahraga lain. Kondisi ini membuat dukungan suporter menjadi terbagi.

“Kalau jadwalnya bisa diatur tidak bersamaan, mungkin dukungan dari teman-teman bisa lebih maksimal,” ujarnya.

Meski begitu, hasil positif di babak awal membuat kontingen Wonosari semakin percaya diri menatap pertandingan selanjutnya.

“Insyaallah kami optimis bisa meraih juara,” pungkasnya.

Baca juga: Dari Grujugan ke Panggung Kabupaten, Siswa SD Plus Al Ishlah Raih Juara 2 Olimpiade IPA di Pekan Pendidikan Berkah 2026

Di sisi lain, dukungan juga datang dari orang tua siswa yang turut hadir menyaksikan pertandingan. Mereka tampak antusias memberi semangat dari pinggir lapangan.

Salah satu wali peserta mengaku bangga melihat anaknya bisa tampil di ajang tingkat kabupaten.

“Sebagai orang tua tentu bangga. Anak-anak jadi lebih percaya diri dan punya pengalaman berharga,” ujarnya.

Di balik kompetisi yang berlangsung, Pekan Pendidikan Berkah 2026 menjadi ruang belajar yang nyata bagi siswa. Mereka tidak hanya berlatih fisik, tetapi juga belajar tentang kerja sama, strategi, disiplin, dan menerima hasil dengan lapang dada.

Dari lapangan hadang itu pula, harapan tumbuh—tentang generasi muda Bondowoso yang tak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga kuat dalam karakter dan nilai kebersamaan.

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru