Surabaya,JatimUPdate.id -Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Billy Daniel Messakh menyebut jumlah korban terdampak dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya mencapai 210 orang.
“Total kasus terdampak sebanyak 210 orang,” kata Billy, saat RDP di DPRD Surabaya, Rabu (13/5).
Baca juga: Terkait Dugaan Keracunan MBG di Surabaya, Pigai Sebut SPPG Tidak Layak tapi Tetap Operasi
Ia merinci, penanganan terbanyak dilakukan di Rumah Sakit IBI dengan total 135 pasien.
Rinciannya, 128 pasien menjalani rawat jalan dan tujuh pasien rawat inap. Dari jumlah tersebut, 127 di antaranya merupakan siswa, tujuh guru dan satu wali murid.
Billy menyebut selain di rumah sakit, penanganan juga dilakukan di sejumlah puskesmas.
Ia memaparkan, di Puskesmas Asemrowo terdapat delapan pasien, terdiri tujuh pasien rawat jalan dan satu pasien dirujuk ke rumah sakit.
Baca juga: DPRD Surabaya Cecar Pengelola MBG soal Data Alergi Siswa Usai Dugaan Keracunan Ratusan Anak
Kemudian Puskesmas Gundih menangani empat pasien rawat jalan dan Puskesmas Tembok Dukuh menangani 62 pasien rawat jalan.
“Untuk di puskesmas total ada 73 pasien rawat jalan dan satu pasien dirujuk,” ujarnya.
Sementara itu, satu pasien rawat jalan tercatat menjalani pemeriksaan di Faskes Kimia Farma dr Sri Hawati dan satu pasien lainnya menjalani rawat inap di RS William Booth.
Baca juga: Ajeng Minta SPPG Dievaluasi Total Usai Dugaan Keracunan MBG
Billy memastikan mayoritas pasien mengalami gejala ringan.
“Gejala ringan sebanyak 202 kasus, sedangkan gejala sedang ada delapan pasien,” beber Billy Daniel Messakh. (Roy)
Editor : Miftahul Rachman