Sidoarjo, JatimUPdate.id - Petugas gabungan dari TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, dan Satpol PP Kabupaten Sidoarjo melakukan penertiban serta pengosongan tanah dan bangunan milik negara (BMN) di area belakang Terminal Tipe A Purabaya Bungurasih, Kecamatan Waru, Sidoarjo.
Baca juga: Pemkab Sidoarjo Mulai Sosialisasi Pembebasan Lahan Flyover Gedangan, Target Rampung Akhir 2026
Penertiban dilakukan sebagai bagian dari pengembalian aset negara kepada Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Jawa Timur.
Operasi penertiban dipimpin Korsatpel Terminal Tipe A Purabaya, Verie Sugiharto, dengan melibatkan puluhan personel gabungan dari berbagai unsur pengamanan.
Plt Kabid Trantibum Satpol PP Kabupaten Sidoarjo, R Novianto Koesno Adi Putro, mengatakan keterlibatan Satpol PP merupakan bentuk dukungan pengamanan agar proses pengosongan aset negara berjalan aman dan kondusif.
“Satpol PP Kabupaten Sidoarjo melaksanakan perbantuan pengamanan bersama unsur TNI, Polri, dan Kemenhub untuk memastikan proses pengosongan aset negara berjalan tertib, aman, dan sesuai prosedur. Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar tanpa adanya gangguan berarti,” ujarnya.
Baca juga: Ketika Penertiban Berhadapan dengan Perut Wong Cilik
Sebelum penertiban dilakukan, seluruh personel mengikuti apel kesiapan yang dipimpin pihak pengelola Terminal Purabaya. Setelah itu, petugas bergerak menuju lokasi untuk melakukan koordinasi akhir dengan pihak yang menempati lahan.
Dalam proses pengosongan, petugas melakukan pemutusan aliran listrik dan mengangkut barang-barang dari lokasi menggunakan truk yang telah disiapkan pengelola terminal. Pemindahan barang berlangsung hingga sore hari.
Menjelang malam, dua unit kompresor kecil berhasil dievakuasi menggunakan mobil jeep dan dinaikkan ke atas truk. Seluruh barang milik penghuni lokasi kemudian dibawa menuju Terminal Truk Compreng dengan pengawalan mobil patroli Kementerian Perhubungan dan personel Polsek Waru.
Baca juga: Dinkes Sidoarjo Warga Waspada Hantavirus
Novianto menambahkan, masih terdapat dua unit kompresor berukuran besar yang belum dapat dipindahkan karena membutuhkan bantuan alat berat.
“Masih terdapat dua kompresor berukuran besar yang belum dapat dievakuasi karena membutuhkan alat berat. Untuk pelaksanaannya akan dijadwalkan kembali,” katanya.(ih/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat