Dinkes Sidoarjo Warga Waspada Hantavirus
Sidoarjo, JatimUPdate.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit virus hanta atau hantavirus menyusul terbitnya Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor SR.03.01/C/2572/2026 tertanggal 10 Mei 2026 tentang kewaspadaan penyakit zoonosis tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmi, memastikan hingga saat ini belum ditemukan maupun dilaporkan adanya kasus hantavirus di wilayah Sidoarjo.
Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat.
“Sampai hari ini di Sidoarjo belum ada laporan terkait kasus yang dicurigai hantavirus. Namun masyarakat tetap kami imbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kebersihan lingkungan maupun pola hidup sehat,” kata dr. Lakhsmi, Minggu (17/5/2026).
Lakhsmi menjelaskan, hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh Orthohantavirus dan ditularkan melalui tikus atau celurut yang terinfeksi.
Penularan dapat terjadi melalui urin, kotoran, air liur hewan terinfeksi, hingga debu atau udara yang telah terkontaminasi.
Menurut dr. Lakhsmi, penyakit tersebut memiliki dua manifestasi klinis, yakni Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS).
“Gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, tubuh lemas, hingga gangguan pernapasan. Pada kondisi berat bisa menyebabkan gangguan ginjal maupun penumpukan cairan di paru-paru,” paparnya.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sejak 2024 hingga minggu epidemiologi ke-18 tahun 2026 tercatat 23 kasus konfirmasi HFRS di Indonesia yang tersebar di sembilan provinsi, termasuk Jawa Timur.
Sementara untuk tipe HPS hingga kini belum pernah dilaporkan di Indonesia.
Dinkes Sidoarjo juga meminta masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga daya tahan tubuh, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada infeksi hantavirus.
“Kami mengimbau masyarakat menjaga keseimbangan aktivitas, istirahat cukup, konsumsi makanan bergizi, dan segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat bila mengalami demam tinggi, nyeri seluruh tubuh, maupun keluhan lain yang mengganggu aktivitas sehari-hari,” tukasnya. (ih/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat