Jakarta, JatimUPdate.id - Presiden Prabowo Subianto menargetkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 berada di kisaran 1,8 persen hingga maksimal 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Baca juga: Prabowo Tak Mau Harga Sawit RI Diatur Negara Lain: Kalau Tak Dibeli, Simpan untuk Cucu
Target tersebut disampaikan dalam pemaparan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM & PPKF) 2027 pada Rapat Paripurna DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
“Pembiayaan defisit kami di 2027 akan kami jaga 1,8 persen hingga maksimal 2,4 persen terhadap PDB. Kami akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit ini,” ujar Prabowo di hadapan anggota DPR dan MPR.
Target defisit tersebut disusun berdasarkan asumsi pendapatan negara sebesar 11,82 persen hingga 12,4 persen terhadap PDB. Sementara itu, belanja negara diproyeksikan berada pada kisaran 13,62 persen sampai 14,8 persen terhadap PDB.
Dalam paparannya, Prabowo juga menegaskan pentingnya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan suku bunga di tengah dinamika ekonomi global. Pemerintah menargetkan suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun berada di level 6,5 persen hingga 7,3 persen.
Sementara itu, nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak pada rentang Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat.
“Strategi fiskal dan moneter kami harus strategi yang mampu untuk menjaga nilai tukar kita tetap stabil terhadap mata uang dunia,” tuturnya.
Selain itu, pemerintah menargetkan inflasi nasional berada di kisaran 1,5 persen hingga 3,5 persen pada 2027.
Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2027
Pemerintah menetapkan sejumlah asumsi dasar ekonomi makro untuk mendukung target pembangunan nasional tahun 2027, yakni:
Baca juga: Pidato KEM dan Kebijakan Fiskal, Viva Yoga: Mewujudkan Cita-Cita Presiden Lewat Program Transmigrasi
Pertumbuhan ekonomi: 5,8 persen sampai 6,5 persen
Inflasi: 1,5 persen sampai 3,5 persen
Suku bunga SBN 10 tahun: 6,5 persen
sampai 7,3 persen
Nilai tukar rupiah: Rp16.800 sampai Rp17.500 per dolar AS
Harga minyak mentah Indonesia: US$70 sampai US$90 per barel
Lifting minyak mentah: 602 ribu sampai 615 ribu barel per hari
Lifting gas bumi: 934 ribu sampai 977 ribu barel setara minyak per hari
Target Kemiskinan hingga Lapangan Kerja
Dalam dokumen KEM & PPKF 2027, pemerintah juga menetapkan sejumlah sasaran pembangunan nasional. Tingkat kemiskinan ditargetkan turun ke level 6 persen hingga 6,5 persen, sedangkan tingkat pengangguran terbuka diproyeksikan berada di kisaran 4,3 persen sampai 4,87 persen.
Adapun rasio gini ditargetkan berada di angka 0,362 hingga 0,367. Pemerintah juga membidik indeks modal manusia mencapai 0,575 serta indeks kesejahteraan petani sebesar 0,8038. Sementara itu, proporsi penciptaan lapangan kerja formal pada 2027 ditargetkan mencapai 40,81 persen.(ih/roy)
Editor : Ibrahim