Di Tengah Irama Zumba dan Ramainya CFD, BPS Bondowoso Sosialisasikan Sensus Ekonomi 2026

Reporter : M Aris Effendi
Warga mengikuti senam Zumba yang digelar BPS Bondowoso di kawasan Car Free Day Alun-alun Ki Ronggo Bondowoso, Minggu (24/5/2026). Kegiatan itu digelar sebagai bagian dari Sosialisasi SE 2026.

 

Bondowoso, JatimUPdate.id, – Musik Zumba menggema di Alun-alun Ki Ronggo Bondowoso, Minggu (24/5/2026) pagi.

Baca juga: Impor Indonesia Tembus US$ 19,21 Miliar pada Maret 2026, Didorong Kenaikan Bahan Baku

Di bawah cuaca cerah, puluhan warga tampak larut mengikuti gerakan senam dengan penuh semangat.

Sementara di sisi lain alun-alun, masyarakat lain menikmati suasana Car Free Day (CFD).

Ada yang berjalan santai bersama keluarga, berolahraga, berburu jajanan, hingga sekadar duduk menikmati keramaian akhir pekan.

Namun pagi itu bukan sekadar tentang olahraga dan hiburan. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bondowoso memanfaatkan momen berkumpulnya masyarakat untuk menggencarkan sosialisasi Sensus Ekonomi 2026.

Di sela kegiatan senam Zumba, informasi mengenai sensus disampaikan melalui pengeras suara. Petugas BPS juga membagikan selebaran kepada masyarakat yang berada di kawasan alun-alun agar informasi terkait Sensus Ekonomi 2026 dapat lebih luas diterima warga.

Warga yang mengikuti senam maupun masyarakat yang melintas di kawasan alun-alun tampak menyimak penjelasan yang diberikan petugas BPS.

Kepala BPS Bondowoso, Mudji Setijo, mengatakan Sensus Ekonomi 2026 bertujuan mendata seluruh aktivitas usaha masyarakat, mulai dari usaha rumahan hingga usaha yang berada di bangunan khusus seperti toko, kios, maupun tempat usaha lainnya.

“Pada tahun ini kami ditugaskan untuk melaksanakan Sensus Ekonomi, di mana sasarannya nanti adalah mendata seluruh kegiatan usaha. Jadi bagi Bapak dan Ibu sekalian yang mempunyai kegiatan usaha, baik itu di rumah maupun di bangunan khusus seperti toko, mohon dibantu petugas kami,” ujar Mudji di hadapan peserta senam.

Menurutnya, proses pendataan akan dilakukan secara door to door oleh petugas BPS mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Baca juga: KAUJE FEST 2026 Digelar di Jember, Dukungan dari Tapal Kuda Mulai Mengalir

“Petugas akan datang dari rumah ke rumah, dari bangunan tempat tinggal masing-masing, mulai tanggal 15 Juni 2026 sampai dengan 31 Agustus 2026,” imbuhnya.

Mudji juga menegaskan bahwa data yang dikumpulkan dalam Sensus Ekonomi 2026 dijamin kerahasiaannya dan tidak berkaitan dengan pajak maupun bantuan sosial.

Karena itu, masyarakat diminta tidak khawatir saat menerima kedatangan petugas sensus di rumah atau lokasi usaha mereka.

“Pendataan yang kami lakukan ini tidak terkait dengan pajak, tidak terkait dengan bantuan, dan hal-hal lainnya,” tegasnya.

Pendekatan sosialisasi melalui kegiatan olahraga dan ruang publik seperti CFD dinilai cukup efektif menjangkau masyarakat. Selain suasananya lebih santai, informasi yang disampaikan juga lebih mudah diterima warga.

Baca juga: Dua Cermin Untuk Desa Yang Sama: Antara Wajah dan Data

Instruktur Zumba, Zin Lala, menilai kegiatan tersebut menjadi cara menarik untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Sangat bagus untuk memberitahukan kepada masyarakat terkait pelaksanaan sensus. Kegiatan hari ini juga menarik karena ada senam dan Zumba bersama masyarakat umum serta komunitas Zumba Besti Zin Lala,” katanya.

Bagi BPS Bondowoso, keramaian CFD menjadi ruang yang tepat untuk mendekatkan program pemerintah kepada masyarakat.

Di tengah irama musik dan semangat olahraga pagi, pesan tentang pentingnya data ekonomi pun disampaikan dengan cara yang lebih ringan dan membumi.

Melalui kegiatan tersebut, BPS berharap partisipasi masyarakat dalam Sensus Ekonomi 2026 semakin meningkat, sehingga mampu menghasilkan basis data usaha yang valid dan akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran. (ries/mmt)

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru