Sidoarjo, JatimUPdate.id - Siapa yang bisa menduga segelas dawet yang identik dengan minuman tradisional mampu menembus pasar internasional?
Di tangan Sophia Ratnasari, perempuan asal Sidoarjo, minuman warisan Nusantara itu bertransformasi menjadi produk modern yang diminati konsumen masa kini hingga berhasil menembus pasar Hong Kong.
Kesuksesan tersebut tidak diraih dalam semalam. Selama tujuh tahun terakhir, Sophia dengan tekun membangun dan mengembangkan Queen Dawet, sebuah usaha minuman berbasis kearifan lokal yang lahir dari dapur sederhana di rumahnya.
Dengan modal yang terbatas dan fasilitas produksi yang jauh dari kata lengkap, Sophia mengawali perjalanan usahanya seorang diri.
Ia meracik minuman, mengemas produk, mengantarkan pesanan, hingga melayani pelanggan tanpa bantuan banyak orang.
Perjalanan itu pun tidak selalu mulus. Saat Queen Dawet mulai diperkenalkan, konsep “dawet kekinian” masih terdengar asing.
Tak sedikit yang meragukan minuman tradisional mampu bersaing di tengah gempuran produk modern yang terus bermunculan. Namun keraguan tersebut justru menjadi pemacu semangat bagi Sophia untuk terus berinovasi.
Salah satu terobosan yang menjadi titik balik perkembangan usaha ini adalah menghadirkan Queen Dawet tanpa santan dan tanpa bahan pengawet, namun tetap mempertahankan cita rasa autentik dawet Nusantara.
Produk tersebut kemudian dikemas dengan konsep yang lebih modern, praktis, dan sesuai dengan gaya hidup masyarakat saat ini yang semakin peduli terhadap kesehatan.
Inovasi itu membuahkan hasil. Queen Dawet perlahan berkembang dari pasar lokal hingga masuk ke berbagai toko, restoran, dan kafe. Jaringan distribusinya terus meluas seiring meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk yang ditawarkan.
Puncaknya, Queen Dawet berhasil menembus pasar Hong Kong dan kini mulai menjajaki peluang ekspansi ke sejumlah negara lainnya.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa produk tradisional Indonesia memiliki daya saing yang kuat apabila dikemas secara kreatif dan profesional.
“Modal saya hanya keyakinan. Sekecil apa pun usaha, jika ditekuni, insya Allah akan membawa hasil yang baik,” ujar Sophia, Selasa (2/6/2026)
Bagi Sophia, keberhasilan menembus pasar internasional bukan sekadar pencapaian bisnis. Lebih dari itu, ia ingin menunjukkan bahwa kekayaan kuliner Indonesia memiliki potensi besar untuk dikenal dunia jika dikembangkan dengan inovasi, kualitas, dan ketekunan.
Kisah Queen Dawet menjadi inspirasi bahwa mimpi besar dapat lahir dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.
Dari sebuah dapur sederhana di kawasan perumahan Pondok Jati Sidoarjo, segelas dawet kini membawa cita rasa Indonesia melintasi batas negara dan memperkenalkan kekayaan kuliner Nusantara ke panggung global. (kempalan.com/ih/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat