Surabaya,JatimUPdate.id – Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Baktiono, mengangap kenaikan harga Pertamax bukan faktor utama penyebab harga kebutuhan masyarakat melonjak.
Sebab, kata Baktiono Pertamax merupakan BBM nonsubsidi, beda dengan Pertalite dan Biosolar yang disubsidi pemerintah.
Baca juga: Reses Dapil 5, Josiah Soroti Ketimpangan Infrastruktur Surabaya Barat hingga Data Penerima Bansos
"Pertamax itu bukan BBM subsidi. Yang subsidi itu Biosolar dan Pertalite," kata Baktiono, Jum'at (12/6).
Ia memaparkan, Pertamax lebih banyak dipilih masyarakat karena Ratio Octane Number (RON) lebih tinggi sehingga pembakaran mesin lebih baik.
"Warga banyak memilih Pertamax RON-nya lebih tinggi," tambah Baktiono.
Baktiono juga menilai kenaikan harga Pertamax tidak otomatis berdampak pada biaya transportasi maupun distribusi barang.
Baca juga: Dulu Tinggal di Tanah Sendiri, Penghuni Rusun Urip Sumoharjo Kini Menanggung Tagihan Rp60 Juta
Pasalnya sebut Baktiono tidak semua kendaraan operasional menggunakan BBM nonsubsidi tersebut.
"Apakah seluruh kendaraan angkutan menggunakan Pertamax? Kan tidak!" urai Baktiono.
Legislator senior PDI Pejuangan itu memaparkan penggunaan BBM nonsubsidi itu kendaraan tertentu.
Baca juga: Pemkot Surabaya Uji Coba Portal Perlinsos, Zuhro: Pastikan Bansos Tepat Sasaran
Misalnya kendaraan pelat merah dan yang sudah terdata melalui sistem barcode Pertamina.
"Kenaikan harga Pertamax tidak bisa langsung dijadikan alasan utama kenaikan harga kebutuhan pokok di masyarakat," beber Baktiono. (Roy)
Editor : Miftahul Rachman