Sikapi Kekerasan dan Dugaan Pelecehan Atlet, Imam NasDem Pertanyakan Predikat Surabaya Kota Layak Anak

Reporter : Ibrahim
Imam Syafi'i, dok Jatimupdate.id

Surabaya,JatimUPdate.id - Legislator Partai NasDem Surabaya, Imam Syafi'i mempertanyakan predikat Surabaya sebagai kota layak anak.

Pertanyaan Imam itu, menyusul aksi kekerasan yang menyebabkan salah satu siswa tewas, disusul dugaan pelecehan atlet.

Baca juga: Pakar Unesa Ingatkan Eri Cahyadi Hati-hati Gunakan Istilah 'Ormas Preman'

"Apakah predikat kota layak yang diperoleh (Surabaya) itu mencerminkan di kehidupan masyarakatnya?" tanya Imam, Jum'at (12/6).

Melihat kondisi itu, anggota Komisi D DPRD Surabaya tersebut mengaku tidak sepakat dengan predikat kota layak anak. 

Sebab dengan predikat itu kota Pahlawan harusnya tidak terjadi kasus kekerasan dan pelecehan.

Pun dengan predikat kota layak anak, Surabaya akan menerima dampak konsekuensinya.

Baca juga: DPRD Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, WTP Dinilai Belum Cukup

"Saya juga tidak sepakat ketika disebut kota layak anak, ada konsekuensi yang harus dilakukan" tegas Imam.

Kendati begitu, Imam menganggap kasus kekerasan dan pelecehan seksual itu wajar.

Sebab kekerasan dan pelecehan tersebut seperti gunung es. Apalagi jumlah penduduk kota Surabaya sudah mencapai 3 juta. 

Baca juga: PKS-Golkar Kompak Soroti Kebocoran Parkir dan Aset Pemkot Surabaya

"Jumlah penduduk 3 juta, pasti masih saja terjadi," tukas Imam. 

Maka dari itu, Imam mendesak regulasi yang dimiliki Pemkot sedianya mampu menekan angka kekerasan dan kasus pelecehan.

"Regulasi itu sudah ada. Kemudian juga ada perda dan perwali kelurahan ramah anak dan perempuan. Jadi itu secara regulasi sudah ada," beber Imam NasDem. 

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru