FK Tagana Jatim Edukasi Nelayan Gresik Soal Mitigasi Bencana, Tekankan Pentingnya Waspada Cuaca Ekstrem

Reporter : Imam Hambali
Forum Komunikasi (FK) Tagana Jatim edukasi mitigasi bencana yang digelar bersama Rukun Nelayan Rajungan di Desa Pangkahwetan, Kec. Ujungpangkah,  Kab. Gresik, kawasan Muara Bengawan Solo, Rabu (01/07)

 

Ujungpangkah, Gresik, JatimUPdate.id - Forum Komunikasi (FK) Tagana Jawa Timur terus menguatkan upaya membangun budaya sadar bencana di kalangan masyarakat pesisir.

Baca juga: FK Tagana Provinsi Jawa Timur Gelar Kegiatan Edukasi Kebencanaan dan Disaster Management

Salah satunya melalui edukasi mitigasi bencana yang digelar bersama Rukun Nelayan Rajungan di Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah,  Kabupaten Gresik, kawasan Muara Bengawan Solo, Rabu (1/7/2026).

Kegiatan tersebut menyasar para nelayan yang setiap hari beraktivitas di laut dan berhadapan langsung dengan berbagai potensi bencana.

Melalui edukasi itu, para peserta dibekali pemahaman mengenai tanda-tanda alam yang perlu diwaspadai, seperti ombak besar, air pasang, perubahan arah angin, hingga pentingnya memantau informasi cuaca sebelum melaut.

FK Tagana Jatim menegaskan bahwa mitigasi bencana tidak hanya dilakukan saat terjadi bencana, tetapi harus dimulai dari upaya pencegahan melalui peningkatan pengetahuan, kesiapsiagaan, dan kewaspadaan masyarakat.

Ketua Rukun Nelayan Rajungan Desa Pangkahwetan, Mahsun, menyampaikan apresiasi atas kepedulian FK Tagana Jawa Timur yang memberikan edukasi kepada para nelayan.

"Pengetahuan tentang mengenali tanda-tanda ombak besar, air pasang, dan cuaca ekstrem sangat penting bagi nelayan. Harapan kami, seluruh nelayan semakin disiplin mengutamakan keselamatan sehingga dapat pulang ke rumah dengan selamat dan berkumpul kembali bersama keluarga," ujar Mahsun.

Sementara itu, perwakilan FK Tagana Jawa Timur, Muhammad Ma'mun Murod, mengatakan bahwa membangun budaya mitigasi merupakan investasi keselamatan yang harus dilakukan secara berkelanjutan.

Baca juga: Sinergi Kementrans-Aruna, Wamen Viva Yoga: Kawasan Transmigrasi Sukses Ekspor Rajungan Ke Pasar Global

Menurutnya, bencana memang tidak dapat dicegah, namun risikonya dapat ditekan apabila masyarakat memiliki pengetahuan yang memadai serta terbiasa menerapkan langkah-langkah mitigasi.

"Bencana tidak dapat kita hentikan, tetapi risikonya dapat kita kurangi melalui edukasi, kesiapsiagaan, dan kebersamaan. Nelayan adalah garda terdepan yang setiap hari bersahabat dengan laut. Karena itu, memahami karakter ombak, air pasang, serta informasi cuaca merupakan kunci utama dalam menjaga keselamatan saat melaut," kata Ma'mun.

Ia menegaskan FK Tagana Jawa Timur akan terus mendampingi masyarakat, khususnya di wilayah pesisir, agar semakin tangguh dalam menghadapi ancaman bencana.

Melalui kolaborasi dengan Rukun Nelayan Rajungan Desa Pangkahwetan, FK Tagana Jatim berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi bencana semakin meningkat.

Baca juga: Guru Besar Unair Berikan Penguatan Kapasitas Desa.

Sinergi tersebut dinilai menjadi langkah konkret dalam membangun masyarakat pesisir yang lebih tangguh, waspada, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.

Selain meningkatkan kapasitas masyarakat, edukasi semacam ini juga diharapkan mampu menumbuhkan budaya keselamatan sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari para nelayan.

Dengan memahami risiko sejak dini serta memanfaatkan informasi cuaca secara optimal sebelum melaut, potensi kecelakaan maupun dampak bencana dapat diminimalkan.

Pada akhirnya, keselamatan menjadi tanggung jawab bersama. Melalui penguatan pengetahuan, kesiapsiagaan, dan semangat gotong royong, masyarakat pesisir diharapkan dapat menjalankan aktivitas melaut dengan lebih aman sekaligus meningkatkan ketangguhan menghadapi perubahan kondisi alam yang tidak menentu. (ih/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru