Surabaya,JatimUPdate.id - DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Surabaya silaturahmi ke Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya, pada Rabu (7/7).
Dalam pertemuan tersebut Ketua PCNU Kota Surabaya, Masduki Toha menyampaikan sejumlah pesan.
Baca juga: Respons Demo Rusuh PCNU Surabaya Serukan Penyampaian Aspirasi Damai dan Bermartabat
Pesan itu di antaranya terkait usulan nama jalan di Surabaya yang hingga kini belum terdapat satupun dari tokoh NU.
"Tokoh-tokoh NU yang juga pejuang di Surabaya, telah menorehkan sejarah panjang bagi Indonesia. Seperti pencipta lambang NU, KH Ridlwan Abdullah dan KH Mas Alwi bin Abdul Aziz, yang mengusulkan nama Nahdlatul Ulama, sehingga menjadi organisasi Islam terbesar di Indonesia, bahkan di dunia. Setidaknya, dua nama tokoh inilah yang kami usulkan menjadi nama jalan di Surabaya," tutur Masduki Toha, dalam keterangan, yang diterima, Kamis (8/7).
Sebelumnya PCNU Surabaya telah menyampaikan aspirasinya kepada Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri.
Menurutnya PCNU telah mempersiapkan data dan sejumlah portofolio untuk memperlancar usulan tersebut.
"Terdapat usulan yang disampaikan Riadi Ngasiran. Di antaranya, terkait Raperda Pemajuan Kebudayaan dan Nilai-Nilai Kepahlawanan yang sedang digodok di DPRD setempat," kata Masduki
Baca juga: Peringati Wafat Bung Karno, PDIP Bulak dan MWCNU Rawat Harmoni Kebangsaan
Ketua DPD PKS Surabaya M. Frimainto Utomo menyampaikan pentingnya menyamakan komitmen dan kerja sama untuk saling bermitra demi kemajuan kota Surabaya.
"Terkait usulan nama jalan, kami sangat mendukung dan berkomitmen untuk menjaga nilai-nilai perjuangan pada Pahlawan pendahulu kita. Apalagi, NU sebagai ormas Islam yang dilahirkan dari kota Surabaya," tuturnya.
Sementara Ketua FPKS DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo, menyambut baik usulan dan pandangan PCNU Kota Surabaya atas Raperda Pemajuan Kebudayaan yang sedang digodok di lembaga legislatif.
"Tentu semua itu, menjadi pertimbangan penting bagi masyarakat dan kota Surabaya, yang menjaga nilai-nilai budaya dan tradisi yang selaras dengan nilai-nilai ajaran Islam," tuturnya.
Baca juga: Jaga Api Perjuangan, PAC PDIP Bulak Gelar Silaturahmi Bersama Senior Partai
Terkait hal itu, Masduki Toha mengusulkan agar setiap Raperda yang dibahas memperhatikan dan melibatkan masyarakat.
Pun pelaku atau stakeholder dan bukan hanya para pakar yang ekspert di bidangnya.
"Dengan mendengar suara pelaku, misalnya, para seniman dan aktivis kebudayaan. Sehingga, Raperda yang dibahas akan memberi manfaat pada masyarakat secara luas, dan pihak-pihak terkait yang bekepentingan," tuturnya. (*)
Editor : Yuris. T. Hidayat