Pemerintah RRC Minta Moskow Untuk Berhenti Mengangkat Isu Pengerjaan Proyek Pipa Gas Raksasa Power of Siberia 2

Reporter : Rio Rolis
Flayer menggambarkan hubungan RRC dengan Rusia terkait Proyek pipa sibiria tersebut

Beijing, JatimUPdate id — Proyek ambisius pembangunan pipa gas raksasa Power of Siberia 2 yang direncanakan menghubungkan ladang gas Rusia ke wilayah China dilaporkan menghadapi jalan buntu setelah Beijing secara sepihak membekukan proses negosiasi.

Dalam pertemuan bilateral terbaru antara Presiden Vladimir Putin dan jajaran petinggi pemerintahan Republik Rakyat China (RRC), delegasi Beijing secara tegas meminta Moskow untuk berhenti mengangkat isu pengerjaan proyek strategis tersebut.

Baca juga: Rusia Uji Coba Rudal Nuklir RS-28 Sarmat, Putin Klaim Paling Kuat di Dunia

Sikap keras China ini menjadi pukulan telak bagi Kremlin yang awalnya sangat berharap bahwa pipa gas sepanjang 2.600 kilometer tersebut dapat menjadi urat nadi pengganti pasar Eropa yang hilang pasca-invasi ke Ukraina.

Kebuntuan pembicaraan yang telah berlangsung selama hampir satu dekade ini dipicu oleh perang harga yang teramat timpang di antara kedua negara.

Pihak Beijing dilaporkan hanya bersedia menandatangani kontrak jangka panjang tersebut dengan syarat mutlak bahwa harga jual gas yang dialirkan dari Semenanjung Yamal harus disamakan dengan tarif subsidi domestik di dalam negeri Rusia, yakni berkisar di angka $50 per 1.000 meter kubik.

Permintaan tersebut dinilai mustahil dipenuhi oleh Moskow karena jauh di bawah biaya operasional ekspor normal, di mana saat ini pun China sebenarnya sudah menikmati tarif diskon khusus sebesar $258,8 per 1.000 meter kubik.

Para pengamat ekonomi global dari lembaga kajian strategis menilai bahwa China saat ini sedang menerapkan taktik mengulur waktu guna memosisikan diri di atas angin.

Dengan memanfaatkan ketergantungan ekonomi Rusia yang kian akut akibat sanksi internasional, Beijing secara sengaja menunggu titik terendah dari kapasitas finansial Kremlin agar dapat mendikte kontrak energi dengan nilai yang paling menguntungkan bagi industri domestik mereka.

Ketidakpastian jadwal peluncuran Power of Siberia 2 ini sekaligus membuktikan bahwa kemitraan strategis tanpa batas yang kerap digaungkan oleh kedua negara tetap tunduk pada kalkulasi bisnis pragmatis yang kaku.

Sumber Berita : 
The Wall Street Journal - Laporan Pasar Energi Global

#PowerOfSiberia2 #EkonomiRusia #GeopolitikEnergi #NegosiasiChinaRussia

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru