Mendes Yandri Ajak PABPDSI Perkuat Kolaborasi, Dorong 12 Aksi Bangun Desa Menuju Indonesia Emas 2045

avatar Deki Umamun Rois
  • URL berhasil dicopy
Mendes PDT Yandri Susanto mengajak PABPDSI memperkuat kolaborasi dalam mengawal pembangunan desa sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Mendes PDT Yandri Susanto mengajak PABPDSI memperkuat kolaborasi dalam mengawal pembangunan desa sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

 


Purwakarta, JatimUPdate.id, – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengajak Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI) memperkuat kolaborasi dalam mengawal pembangunan desa sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Ajakan tersebut disampaikan Yandri saat menghadiri pelantikan Pengurus Pusat (PP) PABPDSI sekaligus peluncuran Program Retret Nasional Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Alun-alun Purwakarta, Senin (13/7/2026).

Dalam sambutannya, Yandri optimistis kepengurusan baru PP PABPDSI di bawah kepemimpinan Fery Radiansyah mampu menghadirkan semangat baru dalam memperkuat peran BPD sebagai mitra strategis pemerintah di desa.

"Jumlah desa kita mencapai 75.266 dengan total anggota BPD hampir satu juta orang. Ini merupakan kekuatan besar bangsa, karena itu teruslah memberikan yang terbaik bagi masyarakat desa," ujar Yandri, dikutip dari laman resmi Kementerian Desa dan PDT, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, BPD memiliki posisi penting dalam mendukung implementasi Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun Indonesia dari desa dan dari bawah guna mewujudkan pemerataan ekonomi serta mengentaskan kemiskinan.

Sebagai tindak lanjut Asta Cita tersebut, Kementerian Desa dan PDT telah menerjemahkannya ke dalam program 12 Aksi Bangun Desa, Bangun Indonesia yang mencakup pengembangan Desa Ekspor, Desa Wisata, Desa Tematik, penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa), hingga pembentukan Koperasi Desa Merah Putih.

"Kami di Kementerian Desa menurunkan Asta Cita itu ke dalam 12 Aksi Bangun Desa, Bangun Indonesia. Ada Desa Ekspor, Desa Wisata, Desa Tematik, BUMDesa, hingga Kopdes Merah Putih," jelasnya.

Yandri menegaskan, keberhasilan berbagai program tersebut tidak mungkin dicapai pemerintah sendiri. Karena itu, kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk PABPDSI, menjadi kunci agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat desa.

"Kita terus berkolaborasi karena mengingat pesan Presiden Prabowo, kita ini bukan Superman, tetapi Super Team. Kalau kita kompak, Indonesia Emas 2045 bisa terwujud," tegasnya.

Ia juga memastikan Kementerian Desa dan PDT akan terus memperkuat sinergi dengan PABPDSI dalam mengawal pembangunan desa di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) yang juga Ketua Dewan Pembina PP PABPDSI, Dudung Abdurachman, menegaskan bahwa Badan Permusyawaratan Desa memiliki peran strategis dalam memastikan seluruh program prioritas Presiden Prabowo Subianto terlaksana hingga tingkat desa.

"Tugas saya memastikan seluruh program pemerintah berjalan tepat sasaran. BPD berada di garis terdepan tata kelola desa, dan masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kemajuan seluruh desa yang menjadi rumah bagi sebagian besar masyarakat Indonesia," kata Dudung.

Menurutnya, desa tidak sekadar menjadi wilayah administratif, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi berbasis nilai-nilai gotong royong, musyawarah, dan saling percaya yang harus terus diperkuat.

Karena itu, Dudung berharap kepengurusan baru PP PABPDSI mampu semakin mengoptimalkan peran BPD dalam mendukung pembangunan desa sekaligus mempercepat terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Pelantikan PP PABPDSI dan peluncuran Program Retret Nasional BPD tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Ahmad Wiyagus, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, jajaran Kantor Staf Presiden, Kementerian Dalam Negeri, Badan Narkotika Nasional, serta sejumlah pejabat Kementerian Desa dan PDT, di antaranya Kepala Badan Pengembangan Informasi Mulyadin Malik dan Staf Ahli Menteri Sugito. (dek/yh)