Dinkes Sidoarjo Perkuat Skrining dan Pendampingan ODHIV, Klarifikasi Data Pelajar Terjangkit HIV

Reporter : Imam Hambali
Kadinkes Sidoarjo dr. Lakshmie Herawati Yuwantina mengatakan bahwa data 522 pelajar di Kota Delta terjangkit ODHIV tidak sepenuhnya benar. Data kumulatif sejak 2001 - Juni 2026, terdapat 60 kasus.

 

Sidoarjo, JatimUPdate.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat pendampingan terhadap Orang Dengan HIV (ODHIV), khususnya anak dan remaja, agar tetap menjalani terapi antiretroviral (ARV) secara rutin. 

Baca juga: Pererat Sinergi, Pengadilan Negeri Sidoarjo Gelar Futsal Persahabatan Bersama SIWO PWI

Selain memperbanyak screning dan pendampingan, Kepala Dinkes Sidoarjo, dr. Lakshmie Herawati Yuwantina mengatakan bahwa data 522 pelajar di Kota Delta terjangkit ODHIV tidak sepenuhnya benar.

Data kumulatif sejak 2001 hingga Juni 2026, terdapat 60 kasus HIV pada kelompok usia 11-17 tahun.

Dari jumlah itu, tujuh orang meninggal dunia, sedangkan 53 remaja masih hidup dan mendapatkan pendampingan serta pengobatan.

"Kalau pelajar bisa kita klasifikasikan dari usia 11 sampai dengan 17 tahun. Jadi kalau dari data kami angkanya adalah 60 kasus sejak 2001 sampai 2026. Dari angka itu sudah meninggal tujuh orang. Jadi saat ini tinggal 53 untuk usia 11 sampai dengan 17 tahun," ujarnya saat membeberkan data ODHIV bersama Sekda Fenny Apridawati di Setda Sidoarjo, Rabu (22/7/2026). 

Sementara pada kelompok usia 0-10 tahun tercatat 117 kasus HIV. Sebanyak 35 anak meninggal dunia, 50 berstatus lost to follow-up (LFU), sedangkan 32 anak masih rutin menjalani terapi ARV.

Baca juga: Memprihatinkan Sekolah Rusak di Pesisir Jabon, Pemkab Sidoarjo Janji Rehabilitasi 

dr. Lakshmie menegaskan, pasien yang masih menjalani pengobatan tidak dibiarkan berjuang sendiri. Selain mendapatkan layanan medis, mereka juga memperoleh pendampingan dari tenaga kesehatan bersama komunitas pendamping agar tetap disiplin menjalani terapi dan terhindar dari stigma sosial.

"Prinsipnya kami selain dari Dinas Kesehatan juga ada sejawat yang melakukan pendampingan kepada mereka yang dinyatakan ODHIV. Pendampingan ini untuk memberikan support supaya stigma di masyarakat berkurang dan yang bersangkutan tetap rajin minum ARV," katanya.

Ia menjelaskan, kepatuhan mengonsumsi ARV menjadi kunci utama pengendalian HIV. Terapi yang dijalani secara rutin mampu menekan jumlah virus hingga tidak terdeteksi, sehingga risiko penularan kepada orang lain dapat ditekan.

"Harapannya ketika dilakukan pemeriksaan, viral load sudah semakin sedikit bahkan tidak terdeteksi lagi sehingga tidak berisiko menularkan. Karena itu, meski kondisi sudah membaik, pasien tetap harus melanjutkan pengobatan sesuai dosis dan jadwal," tegasnya.

Baca juga: Sorotan Pembelian Seragam Siswa Baru di Sidoarjo, Pengamat Nilai Pengawasan Masih Lemah

Secara kumulatif, Dinkes Sidoarjo mencatat 7.230 kasus HIV sejak 2001 hingga Juni 2026. Dari jumlah tersebut, 1.708 pasien meninggal dunia, sementara 810 lainnya berstatus lost to follow-up. 

Dari total LFU itu, 565 orang berdomisili di luar Kabupaten Sidoarjo, 52 orang menolak melanjutkan pengobatan, dan 193 orang tidak berhasil ditemukan meski telah dilakukan penelusuran.

Sebelumnya, Yayasan Delta Crisis Center (DCC) menyebutkan, data hingga 1 Juli 2026, sebanyak 522 anak dan pelajar di Kabupaten Sidoarjo tercatat hidup dengan HIV dari total 7.129 Orang dengan HIV (ODHIV).(ih/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru